Lokasi: Otomotif >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Otomotif8515 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lrba0od31.html
Artikel Terkait
EVOS Kalah 0-2 dari NAVI di MPL ID S17
OtomotifPersaingan zona playoff memperebutkan dua slot tersisa di regular season dipastikan berlangsung sengit hingga pekan terakhir, menyusul hasil yang membuat satu kekalahan dapat memastikan NAVI mengikuti jejak RRQ Hoshi untuk tersingkir lebih awal. Saat ini, empat tim sama-sama mengoleksi tujuh kemenangan, sehingga setiap pertandingan menjadi penentu nasib mereka di papan klasemen....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaPCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
OtomotifLebih dari 50 organisasi pasien dan profesional, termasuk Endocrine Society, mendukung upaya perubahan nama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Upaya ini merupakan hasil kolaborasi internasional selama 14 tahun antara peneliti, dokter, dan penyintas kondisi tersebut....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaHantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
OtomotifMasyarakat sulit mengenali infeksi virus hanta karena gejala penyakit ini sangat mirip dengan flu, demam berdarah, dan pneumonia yang lebih umum di Indonesia. Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sekaligus Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof DR Dr Dominicus Husada DTM&H MCTM(TP), mengungkapkan banyak pasien awalnya hanya mengeluhkan gejala ringan....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Carlos Queiroz, Spesialis Piala Dunia Latih Ghana
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Kode Redeem Mobile Legends 12 Mei 2026 Gratis
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
Artikel Terbaru
Honda Bangun Ulang Kejayaan, Manajer Aprilia Dibajak
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
Harga Tiket MPL Playoff S17 Terjangkau, Final Sold Out
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Tautan Sahabat
- Daun Jambu Mete Disulap Jadi Kain Jutaan Rupiah, Diburu Turis
- Prakiraan Cuaca Sulsel 19 Mei 2026: Mayoritas Hujan
- Kronologi Wagub Sumbar Kecelakaan Tunggal di Solok
- Sosiolog Ungkap Motif Ekonomi Manusia Silver Todong Pisau
- Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Pegunungan Arfak Hujan Ringan
- Minta Maaf ke Prabowo, Anggota DPRD Jember Ngaku Khilaf
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Kaimana dan Fakfak Berawan Tebal
- Rekaman TNI Tembak TNI di Palembang Viral
- Petahana Ketum PBNU dan Kiai Imjaz Bertemu di PMKNU Cirebon