Lokasi: Bisnis >>
Beasiswa Doktoral Unpad 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
Bisnis81 Dilihat
RingkasanUniversitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/suasana-di-kampus-unpad-jatinangor-sumedang-kamis-2632020.jpg)
Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Program Beasiswa BPDP 2026 hingga 13 Juli 2026 bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan doktoral dengan pembiayaan penuh. Program ini diselenggarakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang akademik dan riset, di mana peserta akan mendapatkan dana pendidikan serta riset selama maksimal tiga tahun dengan pendampingan dari promotor unggul Unpad.
Program beasiswa ini ditujukan bagi lulusan S2 berprestasi yang memiliki motivasi akademik tinggi dan potensi penelitian yang kuat. Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh sejumlah fasilitas pembiayaan, sehingga mahasiswa diharapkan dapat fokus menyelesaikan studi doktoral tepat waktu dan menghasilkan riset berkualitas. Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain: Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA), serta memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran (PIP Unpad) dengan nilai minimal 525 yang masih berlaku.
Sebagai alternatif, calon pendaftar juga dapat menggunakan sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) dari institusi penyelenggara resmi lainnya yang diakui Unpad, seperti PLTI Himpsi, UGM, UNAIR, UI, atau BAPPENAS. Dengan dukungan pembiayaan penuh dan bimbingan dari para promotor unggul, program BPDP diharapkan dapat mencetak doktor-doktor berkualitas yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lf4gk28js.html
Artikel Terkait
Skuad Timnas Jerman Piala Dunia 2026: Neuer dan Duo Muda
BisnisManuel Neuer kembali memperkuat Timnas Jerman setelah Julian Nagelsmann secara pribadi memintanya membatalkan pensiun. Kiper veteran 40 tahun itu sebelumnya memutuskan pensiun usai gelaran Euro 2024 lalu....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPPTI Yakin Target TBC 2030 Tercapai Jika Semua Pihak Patuh
BisnisKetua Umum Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Ir. Yani Yuhani Panigoro menyatakan optimisme sekaligus catatan penting dalam upaya pemberantasan TBC di Indonesia....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaSenam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
BisnisSenam ergonomik membantu mengurangi keluhan nyeri sendi dan menjaga kestabilan kadar asam urat, serta melancarkan peredaran darah, meningkatkan fleksibilitas tubuh, hingga memperbaiki suasana hati. Roida, seorang instruktur senam, menjelaskan bahwa senam ergonomik dirancang dengan gerakan ringan sehingga aman dan mudah diikuti oleh berbagai kelompok usia....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pengacara Bantah Sarwendah Pesugihan di Gunung Kawi
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
- 5 Manfaat Anggur bagi Kesehatan Tubuh
Artikel Terbaru
Rashford Kerasan di Barcelona, Ogah Pulang ke MU
Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Tautan Sahabat
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Berbahaya Picu Stroke
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- IDAI: Suplemen Bukan Tameng Utama Anak Hadapi El Nino