Lokasi: Berita >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Berita44 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lcdkh22t7.html
Artikel Terkait
Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
BeritaSurvei terbaru yang dipublikasikan CNET pada 12 Mei 2026 menunjukkan hanya 13 persen pemilik smartphone yang tertarik mengganti perangkat mereka. Angka tersebut sedikit lebih tinggi untuk pengguna Apple iPhone....
【Berita】
Baca SelengkapnyaIndonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
BeritaIndonesia mengecam keras kelumpuhan sistem multilateral global yang dinilai sudah tidak bertaji dan justru menjadi korban pelanggaran oleh negara-negara berpengaruh. Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, menyampaikan kritik tajam tersebut dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaIndia Larang Rakyat Beli Emas Selama Setahun
BeritaPerdana Menteri India Narendra Modi pada 10 Mei lalu menyerukan rakyatnya untuk tidak membeli perhiasan emas selama setahun demi kepentingan negara. "Patriotisme tidak hanya tentang kesiapan mengorbankan nyawa di perbatasan....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rian/Rahmat Kalah dari Unggulan Jepang di Malaysia Masters
- 131 Meninggal Akibat Ebola di Kongo, WHO Khawatir Penularan Cepat
- Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak
- Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
- Leo/Daniel Selamatkan Indonesia, Denmark Juara Thailand Open 2026
- Drone Hizbullah Buat Tentara Israel Frustrasi dan Ketakutan
Artikel Terbaru
Martin Cs Berpeluang Lanjutkan Estafet Espargaro
Indonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
Menlu Singapura Dukung Indonesia Hadapi Krisis Energi
Thalita Tantang Ratchanok di 16 Besar Thailand Open 2026
Transfer Minyak Rahasia Dekat Malaysia Diduga Jalur Iran-China
Tautan Sahabat
- Pacu Jalur Kuansing 2026 Dimulai 14 Juni, Arena Disorot
- Kasus Hantavirus di Kalbar, Pasien Sakit Bawaan Meninggal
- Prakiraan Cuaca Banyumas: 5 Kecamatan Hujan Ringan
- Prakiraan BMKG: Hujan Guyur 10 Distrik di Sorong Hari Ini
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN
- Pemkab Kuningan Bela Anggaran iPhone Rp200 Juta untuk Konten
- BMKG: Langit Manokwari Mendung Tebal 22 Mei 2026
- Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
- Ayah di Klaten Cabuli Anak Kandung, Catatan Harian Jadi Bukti
- Pimpinan Ponpes Ponorogo Tersangka Cabuli 11 Santri