Lokasi: Olahraga >>

Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak

Olahraga837 Dilihat

RingkasanFasilitas militer rahasia di Suriah yang disebut telah beroperasi sejak lama sebelum konflik besar antara Amerika Serikat dan Iran memicu kemarahan sejumlah pejabat keamanan. Laporan dari The New York Times mengungkap keberadaan pangkalan tersebut setelah seorang warga sipil bernama Awad ditemukan tewas secara misterius....

Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak

Fasilitas militer rahasia di Suriah yang disebut telah beroperasi sejak lama sebelum konflik besar antara Amerika Serikat dan Iran memicu kemarahan sejumlah pejabat keamanan. Laporan dari The New York Times mengungkap keberadaan pangkalan tersebut setelah seorang warga sipil bernama Awad ditemukan tewas secara misterius. Menurut keluarganya, Awad berangkat untuk membeli kebutuhan sehari-hari namun diduga tanpa sengaja menemukan area rahasia berisi tentara, helikopter, tenda militer, dan landasan pendaratan tersembunyi sebelum akhirnya tewas setelah menghubungi komando militer regional.

Fasilitas tersebut tidak dibangun secara mendadak setelah konflik pecah, melainkan sudah beroperasi jauh sebelum perang besar antara Amerika Serikat dan Iran. Keberadaan pangkalan ini diduga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung aktivitas intelijen, pemantauan pergerakan militer, hingga kemungkinan operasi udara di wilayah sekitar Iran dan jalur perbatasan regional. Sumber keamanan regional juga menyebut fasilitas itu sempat digunakan selama perang 12 hari antara kedua negara pada periode peningkatan aktivitas militer di Timur Tengah, termasuk serangan rudal dan operasi udara lintas wilayah.

Penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai transparansi operasi militer asing di Suriah dan potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan. Pejabat keamanan setempat kini mendesak investigasi lebih lanjut terkait keberadaan pangkalan rahasia tersebut serta kematian Awad yang dianggap sebagai saksi kunci. Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai laporan yang beredar luas di media internasional tersebut.

Tags:

Artikel Terkait