Lokasi: Hikmah >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 115 Kurikulum Merdeka
Hikmah4385 Dilihat
RingkasanGerak berirama memiliki beberapa macam gerakan langkah kaki seperti langkah biasa, langkah rapat, langkah silang, dan langkah samping. Sementara itu, gerakan mengayunkan lengan dalam senam irama meliputi ayunan satu lengan depan belakang, ayunan satu lengan ke depan dan ke samping, serta ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-14.jpg)
Gerak berirama memiliki beberapa macam gerakan langkah kaki seperti langkah biasa,langkah rapat, langkah silang, dan langkah samping. Sementara itu, gerakan mengayunkan lengan dalam senam irama meliputi ayunan satu lengan depan belakang, ayunan satu lengan ke depan dan ke samping, serta ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
Cara melakukan gerakan langkah biasa dalam gerak berirama dimulai dengan sikap berdiri tegak, kedua tangan di pinggang. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan lutut mengeper, kemudian diikuti kaki kanan dengan gerakan yang sama. Lakukan secara bergantian dan berirama sesuai dengan hitungan atau irama musik.
Gerakan langkah rapat dilakukan dengan berdiri tegak dan kedua tangan di pinggang. Langkahkan kaki kiri ke depan, lalu tarik kaki kanan merapat ke kaki kiri. Gerakan ini diulang secara bergantian dengan irama yang tetap. Untuk mengayunkan satu lengan ke depan, berdiri tegak dengan kedua lengan lurus ke samping, lalu ayunkan satu lengan ke depan hingga setinggi bahu, kemudian kembali ke posisi semula dengan irama yang teratur.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/l65cdx640.html
Sebelumnya: Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
Berikutnya: PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
Artikel Terkait
BMKG: Waspada Hujan Petir Guyur Pekanbaru 14 Mei 2026
HikmahBMKG mengimbau masyarakat Pekanbaru meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi sejak siang hingga malam hari. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi memicu pertumbuhan awan hujan disertai petir di berbagai kawasan kota....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaKemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
HikmahNadia mengungkapkan data International Health Metrics dan Survei Kesehatan Indonesia terbaru menunjukkan prevalensi tekanan darah tinggi di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan. Sekitar 50 hingga 60 juta penduduk Indonesia menderita tekanan darah tinggi, berdasarkan temuan survei tersebut....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaStudi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
HikmahPenelitian pada Maret–Mei 2026 dengan metode mixed-method melibatkan 448 responden dari kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Ketua peneliti sekaligus Pendiri HCC, Dr....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Sorong 20 Mei: Hujan Ringan dan Kabut
1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
Cinta Brian Tunggu Isyarat Gisella Soal Rencana Nikah
IDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
Tautan Sahabat
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Wamenkes Bantah Hoaks, Tegaskan Imunisasi Tidak Haram
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak