Lokasi: Teknologi >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Teknologi52853 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/jqeoaowfb.html
Artikel Terkait
Lautaro Sejajar Legenda, Chivu Dua Kali Double Winner
TeknologiInter Milan meraih gelar ganda musim ini setelah mengalahkan Lazio di final Coppa Italia. Kemenangan ini membangkitkan kembali memori era keemasan Nerazzurri saat meraih treble winner di bawah asuhan José Mourinho pada 2009/2010....
Baca SelengkapnyaOmo X Suspensi Double Wishbone Nyaman di Jalan Rusak
TeknologiTim Tribunnews menjajal langsung Omo X dalam sesi mini test ride di kawasan Summarecon Bogor, pada Rabu, 13 Mei 2026, dengan menempuh rute sepanjang sekitar 3 kilometer. Di jalan mulus, suspensi double wishbone memberikan kenyamanan optimal, sementara saat melewati jalan bumpy, gravel, dan polisi tidur, handling motor ini terasa stabil....
Baca SelengkapnyaBYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
TeknologiPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026. "Saya belum bisa memberi tanggapan karena belum ada informasi resmi terkait hal tersebut," kata Luther saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Google Hapus Fitur Fitbit di Aplikasi Kesehatan
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- IBC Sebut Mobil Nasional Wujud Hilirisasi EV End to End
- Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
- Kejatuhan Fatal Liverpool sebagai Juara Bertahan Liga Inggris
- Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
Artikel Terbaru
Transformasi Digital Tingkatkan Kebutuhan Backup Data Aman
Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
Hattrick Messi Dibatalkan MLS, Tertinggal Enam Trigol dari Ronaldo
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
Tautan Sahabat
- Wagub Babel Divonis 4 Bulan Penjara Gara-Gara Tagihan Hotel
- Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
- Dosen UNU Blitar Lecehkan Belasan Mahasiswi
- Rico Waas Lapor Mendagri Berobat ke Luar Negeri Tanpa APBD
- Polisi Tetapkan Istri Tersangka Lukai Suami di Bantul
- Pria di Surabaya Lecehkan Gadis Saat Nonton Festival
- Empat Orang Mengaku Penyidik dan Pengacara Datangi Rumah Korban
- Bocah Rohul Meninggal Diduga Dianiaya Saat Ritual Sembuh
- MPR Evaluasi Sistem Penjurian Lomba Empat Pilar Kalbar
- Polisi Ekshumasi Jenazah Bocah Korban Ibu Tiri di Siak