Lokasi: Properti >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Properti25576 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/it17vth7p.html
Artikel Terkait
Bezzecchi Pimpin Klasemen MotoGP 2026, Aprilia Makin Dominan
PropertiMarco Bezzecchi kini hanya unggul satu poin atas Jorge Martin di klasemen MotoGP setelah rekan setimnya itu tampil impresif dalam beberapa seri terakhir. Bezzecchi memimpin dengan 128 poin, sementara Martin menempel ketat di posisi kedua dengan 127 poin....
【Properti】
Baca SelengkapnyaTerapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
PropertiDr. dr....
【Properti】
Baca SelengkapnyaLemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Propertidr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Eksperimen AI Kafe Swedia Berantakan, Salah Stok Rugi
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Jepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
Artikel Terbaru
DM Instagram Tak Terenkripsi, Privasi Pengguna Dipertanyakan
WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Tautan Sahabat
- Jorge Jesus Tinggalkan Al Nassr, Ronaldo Dapat Pelatih Baru?
- Arsenal Juara Liga Inggris, Man City Tertahan di Bournemouth
- Skenario Persis Solo Bertahan: Madura United Dilarang Menang
- Arrowhead Stadium Disulap FIFA untuk Piala Dunia 2026
- 50 Bakat Muda Digembleng Legenda Timnas di Jakarta
- Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars
- Miroslav Koubek Janjikan Lebih dari Sekadar Menang di Piala Dunia
- Lewandowski Rival Ronaldo, Al Hilal Siapkan Gaji Rp1,8 Triliun
- Herdman Ubah Status Underdog Timnas Jadi Peluang
- BTS, Shakira, Madonna Meriahkan Final Piala Dunia 2026