Lokasi: Gaya Hidup >>
UPI Buka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026
Gaya Hidup4538 Dilihat
RingkasanUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KAMPUS-UPI-Bandung.jpg)
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional. Program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki karya monumental, prestasi kompetisi tingkat provinsi hingga internasional, maupun capaian khusus seperti hafidz Al-Qur’an minimal 15 juz atau prestasi lain yang setara.
Peserta yang dapat mengikuti jalur ini merupakan lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2023, 2024, 2025, dan 2026. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Vanessa Gaffar, menjelaskan bahwa jalur prestasi istimewa merupakan bagian dari strategi universitas dalam menjaring talenta unggul dari berbagai bidang. "Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa bertujuan memberikan penghargaan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dan diharapkan dapat meningkatkan keunggulan mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional," ujar Prof. Vanessa Gaffar.
UPI menyediakan berbagai program studi di Kampus Bandung maupun kampus daerah untuk peserta jalur prestasi istimewa. Namun, peserta hanya diperbolehkan memilih satu program studi yang relevan dengan prestasi yang dimiliki. Dalam proses seleksi, penilaian dilakukan melalui Tes Kecerdasan dan Motivasi Berprestasi, evaluasi portofolio sertifikat, ujian keterampilan, dan wawancara. UPI menegaskan bahwa relevansi antara prestasi peserta dengan program studi pilihan menjadi indikator dengan bobot penilaian terbesar.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ipvpj333o.html
Artikel Terkait
Maki Otsuki Tampil di Marapthon, Reza Arap Menangis
Gaya HidupMaki Otsuki menjadi bintang tamu spesial dalam acara Festivaaal Marapthon: The Last Tale di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Penampilannya disebut sebagai salah satu momen paling emosional sepanjang gelaran penutupan tersebut....
Baca SelengkapnyaSengketa Hotel Sultan, Hamdan Zoelva Bicara Ambil Alih Bisnis
Gaya HidupKuasa hukum PT Indobuildco pemilik Hotel Sultan menegaskan sengketa yang terjadi seharusnya hanya berkaitan dengan tanah, bukan bangunan maupun bisnis hotel. Hamdan menyebut ada kepentingan pihak tertentu untuk mengambil alih bisnis hotel tersebut....
Baca SelengkapnyaWaspada Penipuan Digital Berbasis AI Kian Marak
Gaya HidupVida, perusahaan identitas digital, menyelenggarakan pameran Faces of Fraud untuk mengajak masyarakat mewaspadai praktik penipuan digital. Lima wajah di balik kisah penipuan digital dengan berani membagikan cerita mereka sebagai bagian dari gerakan edukasi publik dan upaya bersama memberantas penipuan digital....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rien Wartia Tolak Damai, Tempuh Jalur Hukum untuk Efek Jera
- Nasrafa Kain Lukis Tembus Pasar Dunia dari Brosur
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.529 per Dolar AS, Rekor Terburuk
- Aplikator Ojol Dapat Komisi 8 Persen dari Ekosistem Digital
- Derby Romero Kenang Masa Kelam Kehilangan Sosok Ayah
- BRImo Dorong Ekonomi Solo hingga Lereng Merbabu
Artikel Terbaru
Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
Hilirisasi Tebu Targetkan Indonesia Mandiri Gula
Menperin: Kawasan Industri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
RATU Resmi Akuisisi Blok Madura Strait, Portofolio Migas Bertambah
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
WN Australia Luke Thomas Ditunjuk Jadi Dirut BUMN DSI
Tautan Sahabat
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Berbahaya Picu Stroke
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia