Lokasi: Bisnis >>

WN Australia Luke Thomas Ditunjuk Jadi Dirut BUMN DSI

Bisnis76 Dilihat

RingkasanPemerintah Indonesia resmi menunjuk Luke, seorang warga negara asing (WNA), sebagai Direktur Utama PT DSI di tengah penerapan aturan baru BUMN yang membuka ruang bagi profesional asing dalam kondisi tertentu, terutama untuk kebutuhan kompetensi strategis di sektor perdagangan dan ekspor komoditas. Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana prinsip prioritas sumber daya manusia Indonesia tetap berlaku dalam struktur kepemimpinan BUMN yang selama ini umumnya mengutamakan warga negara Indonesia....

WN Australia Luke Thomas Ditunjuk Jadi Dirut BUMN DSI

Pemerintah Indonesia resmi menunjuk Luke, seorang warga negara asing (WNA), sebagai Direktur Utama PT DSI di tengah penerapan aturan baru BUMN yang membuka ruang bagi profesional asing dalam kondisi tertentu, terutama untuk kebutuhan kompetensi strategis di sektor perdagangan dan ekspor komoditas.

Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana prinsip prioritas sumber daya manusia Indonesia tetap berlaku dalam struktur kepemimpinan BUMN yang selama ini umumnya mengutamakan warga negara Indonesia. PT DSI sendiri dibentuk untuk memperkuat ekspor komoditas Indonesia di pasar global, namun penempatan WNA di posisi puncak kembali memunculkan diskusi soal batas fleksibilitas rekrutmen direksi BUMN dalam kerangka regulasi baru tersebut.

Luke memiliki rekam jejak di industri pertambangan global, termasuk pernah menjabat Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk, dengan fokus pada strategi bisnis dan operasional. “Kita melihat track record dan pemahaman di bidang tersebut. Pengalaman di perusahaan multinasional seperti Vale juga menjadi pertimbangan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan, jaringan bisnis internasional serta pengalaman perdagangan mineral menjadi faktor utama penilaian. Selain aspek profesional, pemerintah juga menilai kemampuan adaptasi Luke di Indonesia, termasuk penguasaan bahasa Indonesia dan latar belakang keluarga. “Dia bisa bahasa Indonesia, istrinya orang Indonesia. Tapi yang paling penting pengalaman trading, mineral, dan network-nya kuat,” kata Rosan.

Penunjukan WNA di jajaran direksi BUMN mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Luke sebelumnya telah menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization di lingkungan perusahaan.

Tags:

Artikel Terkait