Lokasi: Hikmah >>

Aplikator Ojol Dapat Komisi 8 Persen dari Ekosistem Digital

Hikmah87445 Dilihat

RingkasanEkonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M Rizal Taufikurahman, menilai penyesuaian skema bagi hasil aplikator seperti GoTo (Gojek) menjadi 92 persen untuk mitra pengemudi dan 8 persen untuk perusahaan sebagai bentuk adaptasi positif terhadap arahan pemerintah. Menurut Rizal, kebijakan tersebut mencerminkan upaya mencari titik tengah antara kepatuhan regulasi, peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi, dan keberlanjutan bisnis digital nasional....

Aplikator Ojol Dapat Komisi 8 Persen dari Ekosistem Digital

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M Rizal Taufikurahman, menilai penyesuaian skema bagi hasil aplikator seperti GoTo (Gojek) menjadi 92 persen untuk mitra pengemudi dan 8 persen untuk perusahaan sebagai bentuk adaptasi positif terhadap arahan pemerintah. Menurut Rizal, kebijakan tersebut mencerminkan upaya mencari titik tengah antara kepatuhan regulasi, peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi, dan keberlanjutan bisnis digital nasional. "Langkah ini dapat dilihat sebagai titik tengah antara kepatuhan terhadap arahan pemerintah, upaya menjaga kesejahteraan mitra, dan kebutuhan menjaga sustainability bisnis digital nasional," ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5).

Rizal menilai GoTo masih memiliki ruang bertahan yang cukup besar karena kekuatan perusahaan tidak hanya bertumpu pada layanan transportasi online, tetapi juga ekosistem digital terintegrasi yang mencakup layanan mobilitas, pengantaran, merchant, hingga fintech. "GoTo masih memiliki ruang bertahan cukup besar karena kekuatan utamanya bukan hanya layanan transportasi online, tetapi ekosistem digital yang terintegrasi antara mobility, delivery, merchant, dan layanan keuangan digital," katanya. Rizal menjelaskan, penurunan komisi memang dapat menekan margin perusahaan dalam jangka pendek, namun hal tersebut tidak otomatis melemahkan bisnis apabila perusahaan mampu menjaga volume transaksi, loyalitas pengguna, efisiensi teknologi, serta monetisasi ekosistem.

Menurut Rizal, tantangan utama ke depan adalah transformasi model bisnis dari "bakar uang" menuju model yang lebih berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra, harga kompetitif bagi konsumen, dan profitabilitas di tengah ketatnya persaingan industri digital. Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyebut sejumlah strategi seperti penyesuaian bagi hasil GoRide, penghentian program GoRide Hemat, serta penguatan program kesejahteraan mitra dan ekosistem perusahaan. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan implementasi kebijakan bagi mitra pengemudi berjalan lancar.

Tags:

Artikel Terkait

  • Toyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik

    Hikmah

    PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan tetap berupaya menjaga agar dampak pelemahan rupiah tidak langsung dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga kendaraan di tengah kondisi nilai tukar dolar yang sangat tinggi. "Pastinya memang di kondisi saat ini, seperti teman-teman tahu bahwa dolar sudah sangat tinggi....

    Hikmah

    Baca Selengkapnya
  • Pendaftaran Jalur UM UNDIP Dibuka Hingga 11 Juni 2026

    Hikmah

    Universitas Diponegoro (UNDIP) membuka pendaftaran Jalur UM (Ujian Mandiri) untuk Program Sarjana 2026 hingga 11 Juni 2026 secara daring. Jalur UM merupakan seleksi mandiri dengan metode tes tertulis berbasis komputer (CBT) secara online, sehingga peserta dapat mengikuti ujian dari lokasi yang ditentukan....

    Hikmah

    Baca Selengkapnya
  • Jalur Mandiri Undana 2026 Dibuka, Ini Syaratnya

    Hikmah

    Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka pendaftaran Jalur Mandiri 2026 bagi lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau sederajat dan kelas Paket C tahun 2026, 2025, dan 2024 dengan usia maksimal 25 tahun. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi Undana....

    Hikmah

    Baca Selengkapnya