Lokasi: Berita >>
Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2026 Resmi Dibuka
Berita1787 Dilihat
RingkasanDirektorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menyelenggarakan program nasional untuk mengatasi keterbatasan tenaga pengajar seni budaya di berbagai sekolah serta menjadi wadah pembinaan talenta muda di bidang seni. Tahun ini, program tersebut diperluas dengan dukungan 24 pemerintah daerah mitra yang berkomitmen mengembangkan ekosistem seni dan budaya di lingkungan pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gerakan-Seniman-Masuk-Sekolah-2026.jpg)
Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menyelenggarakan program nasional untuk mengatasi keterbatasan tenaga pengajar seni budaya di berbagai sekolah serta menjadi wadah pembinaan talenta muda di bidang seni. Tahun ini, program tersebut diperluas dengan dukungan 24 pemerintah daerah mitra yang berkomitmen mengembangkan ekosistem seni dan budaya di lingkungan pendidikan. Pemerintah menargetkan generasi muda tidak hanya mengenal seni sebagai hiburan, tetapi juga memahami nilai budaya dan identitas daerah. Kreativitas menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan kecintaan terhadap warisan bangsa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/hjpf02wbf.html
Artikel Terkait
Persaingan Men Elite Indonesian Downhill 2026 Diprediksi Panas
BeritaMusim 2026 ajang balap sepeda gunung ini akan berlangsung dalam tiga seri. Putaran pertama digelar di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta, pada 22–24 Mei....
【Berita】
Baca SelengkapnyaOmar Daniel Bangga Jadi Tulang Punggung Keluarga
BeritaOmar menganggap pengalaman menjadi tulang punggung keluarga sebagai salah satu hal paling membanggakan dalam hidupnya. Momen saat dirinya mampu bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga menjadi pengalaman yang sangat berarti baginya....
【Berita】
Baca Selengkapnya6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
BeritaPada 16 Mei 1966, pemimpin Partai Komunis China, Mao Zedong, memulai kampanye besar-besaran untuk membersihkan negara dari pengaruh kapitalisme dan cara berpikir borjuis, sekaligus menyingkirkan para rival politiknya. Selama kampanye tersebut, para pendukung Mao menghancurkan warisan budaya serta memimpin interogasi, penghinaan, dan pemukulan terhadap guru, kaum intelektual, dan pihak-pihak yang dianggap musuh negara....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Bardia Saadat Cedera, Bela Jakarta Bhayangkara Batal
Israel Darurat Kekurangan 12.000 Tentara, Perwira Senior Angkat Bicara
PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
China Gelar Jamuan Mewah untuk Donald Trump
Google Bocorkan Fitur Tersembunyi Fitbit Air
AS dan Israel Siap Hujani Iran dengan Serangan Mematikan
Tautan Sahabat
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik