Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Pendidikan9849 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/fpuyr0xhd.html
Artikel Terkait
Program MBG Target Kurangi Ketimpangan Nutrisi Desa
PendidikanDr. H....
Baca SelengkapnyaTerapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
PendidikanDr. dr....
Baca SelengkapnyaKemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
PendidikanPemerintah menyiagakan puluhan rumah sakit rujukan dan memperketat pengawasan di pintu masuk negara untuk mendeteksi dini masuknya varian virus berbahaya. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengungkapkan pemerintah telah membangun sistem deteksi yang tersebar di berbagai wilayah strategis sebagai bagian dari sistem ketahanan kesehatan nasional yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Patricia Telepon Keluarga dan Bagikan Lokasi Sebelum Tewas Terbakar
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- El Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
- Terjemahan Lirik All Too Well Taylor Swift: Lost in Translation
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Artikel Terbaru
Pinkan Mambo Cerai Usai Abaikan Peringatan Anak
BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Kuasa Hukum Bantah Sarwendah Ritual Pesugihan di Gunung Kawi
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Tautan Sahabat
- Syabil Umar Basalamah Juara 1 Usai Senggolan dan Fastest
- Offroader Kalteng Borong 5 Podium di Kejurnas Seri 2
- Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven Rebut Status Raja Nil
- Alwi Farhan Dikuatkan Indra Widjaja Usai Terpukul Thomas Cup
- Pegolf Amatir Indonesia Lawan Empat Negara di Jakarta
- Ketum NOC Temui Menkeu Bahas Anggaran Atlet
- Top Up Game di VCGamers Dijamin Uang Kembali 100%
- Rexy Mainaky Target All Malaysian Finals Malaysia Masters 2026
- Jorge Martin Buru Gelar Juara MotoGP 2026, Bagnaia Ingat 2024
- Thailand Open 2026: Banyak Unggulan Tumbang di 16 Besar