Lokasi: Bisnis >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Bisnis19 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ffk80yce8.html
Artikel Terkait
KTT Trump-Xi tanpa wanita menuai kritik maskulin
BisnisPertemuan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, pada Kamis (14/5/2026) menuai kritik tajam karena tidak melibatkan satu pun perempuan dalam meja perundingan. Ekonom sekaligus mantan Direktur Pelaksana IMF, Gita Gopinath, menyebut fenomena ini sebagai gambaran berakhirnya meritokrasi dalam unggahan media sosialnya yang membagikan foto pertemuan tersebut....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaTrump: Iran Tak Bisa Ambil Uranium dari Reruntuhan Nuklir
BisnisIran menegaskan program nuklirnya sepenuhnya berada di bawah kendali sendiri. Pernyataan itu disampaikan Teheran dalam merespons perkembangan terbaru di kawasan....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaVisa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
BisnisJepang segera menghentikan penerbitan COE (Certificate of Eligibility) untuk sejumlah bidang pekerjaan asing mulai awal tahun 2027, berdasarkan data terbaru dari Immigration Services Agency of Japan. Sektor restoran sudah mulai mengalami penghentian penerimaan baru di beberapa perusahaan karena kuota 50....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Apple Berlakukan Aturan Baru untuk Aplikasi Judi Brasil
- Pengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 19 Terkait Koalisi Saudi
- Ekonomi Rusia Melambat, UE Sanksi Penculikan Anak Ukraina
- Iran Ingin Upayakan Perdamaian, Termasuk Lebanon
- Leo Daniel Akui Masih Kagok di Thailand Open 2026
- Tentara Israel Tangkap Dua WNI di Kapal Misi Kemanusiaan
Artikel Terbaru
Marc Marquez Menangis, Luka Mandalika Harus Dioperasi Lagi
Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
131 Meninggal Akibat Ebola di Kongo, WHO Khawatir Penularan Cepat
Samsung Galaxy S26 Ultra Pecahkan Rekor Charging Android
Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
Tautan Sahabat
- Minyakita Lenyap dari Pasar Minggu, Pedagang Lebih Baik Tutup
- Harga Emas Antam 12 Mei 2026 Meroket ke Rp2.859.000
- KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Keuangan Wajib Transparan
- Prabowo: Ketahanan Pangan Kunci Kelangsungan Negara
- Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
- Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Dorong Transformasi Digital
- Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak
- Pemerintah Didorong Cari Solusi Regulasi Rokok
- Purbaya Lantik 8 Pejabat Baru, Ingatkan Tanggung Jawab
- Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor