Lokasi: Bisnis >>
KTT Trump-Xi tanpa wanita menuai kritik maskulin
Bisnis8981 Dilihat
RingkasanPertemuan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, pada Kamis (14/5/2026) menuai kritik tajam karena tidak melibatkan satu pun perempuan dalam meja perundingan. Ekonom sekaligus mantan Direktur Pelaksana IMF, Gita Gopinath, menyebut fenomena ini sebagai gambaran berakhirnya meritokrasi dalam unggahan media sosialnya yang membagikan foto pertemuan tersebut....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KTT-CHINA-AS-Presiden-AS-Donald-d.jpg)
Pertemuan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, pada Kamis (14/5/2026) menuai kritik tajam karena tidak melibatkan satu pun perempuan dalam meja perundingan. Ekonom sekaligus mantan Direktur Pelaksana IMF, Gita Gopinath, menyebut fenomena ini sebagai gambaran berakhirnya meritokrasi dalam unggahan media sosialnya yang membagikan foto pertemuan tersebut. "Sungguh sulit dipahami bagaimana kita akhirnya memiliki meja perundingan yang hanya terdiri dari satu jenis kelamin, padahal ada begitu banyak perempuan berbakat di seluruh dunia," ujar Gopinath kepada media Inggris.
Minimnya pembahasan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan penderitaan tahanan membuat banyak pihak menilai KTT tersebut lebih bernuansa militeristik dan eksklusif. Kedua pemimpin lebih banyak membahas perdagangan serta perang di Iran dan Ukraina, mengesampingkan isu-isu kemanusiaan. "Kita entah bagaimana kembali pada gagasan bahwa yang penting adalah jaringan Anda dan bukan kemampuan Anda, dan itu menentukan apakah seseorang mendapatkan tempat di meja perundingan atau tidak," tambah Gopinath.
Perbandingan dengan era Presiden Barack Obama menunjukkan kemunduran signifikan dalam representasi gender. Halima Kazem, Wakil Direktur Program Studi Feminis, Gender, dan Seksualitas di Universitas Stanford, menegaskan bahwa pertemuan puncak AS-China pada masa Obama melibatkan perempuan dalam meja perundingan, termasuk Liu Yandong yang saat itu menjabat Wakil Perdana Menteri China. "Sekarang, kedua negara adidaya itu tampaknya tidak menganggap perempuan pantas berada di ruangan tempat politik kekuatan besar berlangsung. Ini bukan hanya kegagalan Amerika, tetapi juga sinyal bilateral bahwa suara perempuan tidak penting dalam membentuk tatanan global," tegas Kazem.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/313f599681.html
Sebelumnya: Hukum dan Niat Patungan Kurban Sapi Idul Adha
Berikutnya: MUI Minta Doakan Jemaah Haji saat Idul Adha 27 Mei
Artikel Terkait
Sevilla vs Real Madrid: Laga Penentu Degradasi Los Nervionenses
BisnisSejak Luis Garcia menggantikan Matias Almeyda pada Maret lalu, performa Sevilla berangsur membaik. Empat dari tujuh pertandingan yang dipimpinnya berakhir dengan kemenangan, tiga di antaranya diraih secara berturut-turut....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaEza Gionino Akui Canggung Bertemu Meiza Usai Pisah
BisnisMeiza resmi menggugat cerai Eza di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, pada 3 September 2025. "Jadi gini, mau bagaimanapun parenting itu sangat penting ya," lanjutnya....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaAmmar Zoni Kembali ke Nusakambangan, Aditya Zoni Bicara Asmara
BisnisAmmar Zoni resmi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan pada Jumat (8/5/2026) setelah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp1 miliar dalam kasus peredaran narkoba. Pemindahan ini dilakukan bersamaan dengan empat narapidana lain yang terjerat kasus serupa....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Calvin Dores Jual Mata demi Masa Depan Anak
- Rieke Diah Pitaloka Kritik Perlindungan Korban Kasus Erin vs ART
- Eza Gionino Kekeh Tak Cerai, Kasihan Anak dari Meiza
- Kesehatan Tio Pakusadewo Drop Akibat Ginjal dan Asam Lambung
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Pengacara Bantah Okin Punya Utang ke Rachel Vennya
Artikel Terbaru
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Kuasa Hukum Erin Yakin Hadapi Kasus ART dan CCTV
Ayu Aulia Bongkar Penyebab Kehilangan Rahim Singgung Bupati R
Serial Every Year After Tayang 10 Juni 2026 Adaptasi Novel
IBC Mulai Produksi BESS Juli 2026 Dukung Target 100 GW
Sitha Marino Abaikan Hujatan Gegara Pacaran Bastian Steel
Tautan Sahabat
- Alyssa Daguise Syak Peluk Baby Soso, Ini Nyata?
- Anang Tunda Wisuda Demi Rayakan Kelulusan Bersama Ashanty
- Sinopsis Film Dua Nafas Syakir Daulay Tayang 2 Juli 2026
- Amanda Manopo Caesar, Kenny Austin: Ikuti Saja Keputusan
- Juicy Luicy Rilis 'Gurun Hujan', Lagu Rindu Tak Pasti
- Polisi Buka Suara Soal Model Dibegal di Kebon Jeruk
- Stevan Pasaribu Curhat Kesepian Lewat Lagu Lama
- Ahmad Dhani Sebut Laporan Lita Gading Naik Sidik
- Bang Madit Islam KTP Ingin Haji Setelah Puluhan Kali Umrah
- Dewi Perssik Minta Maaf, Aldi Taher Akui Punya Anak