Lokasi: Teknologi >>
Syarat Daftar Telkom University Jakarta 2026, Seleksi Rapor
Teknologi61 Dilihat
RingkasanJalur TUJ memberikan kesempatan bagi siswa SMA, SMK, maupun MA untuk mendaftar kuliah hanya menggunakan nilai rapor tanpa harus mengikuti ujian tulis. Program seleksi ini dibuka khusus untuk pendaftaran di program studi yang tersedia di SITU....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/telkom-university-pertahankan-4-tahun-gelar-kampus-no1_20210304_160642.jpg)
Jalur TUJ memberikan kesempatan bagi siswa SMA, SMK, maupun MA untuk mendaftar kuliah hanya menggunakan nilai rapor tanpa harus mengikuti ujian tulis. Program seleksi ini dibuka khusus untuk pendaftaran di program studi yang tersedia di SITU. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi SITU Admission.
Melalui Jalur TUJ, calon mahasiswa dapat memilih hingga empat program studi dengan harga PIN pendaftaran sebesar Rp300 ribu. Pihak kampus juga menyediakan program Beasiswa Pintar dengan potongan hingga 100 persen bagi pendaftar yang memiliki nilai terbaik sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Tersedia juga promo diskon biaya pendaftaran sebesar 50 persen dengan menggunakan kode referral TUJ150. Promo tersebut berlaku hingga 10 Mei 2026 sehingga calon peserta dapat memanfaatkan potongan biaya sebelum masa promo berakhir.
Jalur ini menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa mengikuti ujian tulis. Pengumuman hasil seleksi nantinya dapat dilihat langsung melalui aplikasi SITU Admission pada menu “Laporan Kelulusan”. Peserta disarankan untuk rutin memantau akun masing-masing agar tidak melewatkan informasi penting terkait hasil seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/fa704pf8b.html
Sebelumnya: WhatsApp iOS Rilis Tampilan Liquid Glass Baru
Berikutnya: Lirik Lagu 405 Justin Bieber: Loving On Me
Artikel Terkait
AS Percepat Persiapan Jaringan 6G untuk Masa Depan
TeknologiPhoneArena melaporkan dalam artikel yang dipublikasikan pada 9 Mei 2026 bahwa salah satu frekuensi yang paling banyak dibahas untuk teknologi 6G adalah pita 7GHz. Frekuensi ini sebelumnya direkomendasikan dalam white paper yang dirilis kelompok 5G Americas pada Oktober 2024....
Baca SelengkapnyaRupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
TeknologiNilai tukar dolar terhadap rupiah di kios-kios money changer Jakarta Selatan menunjukkan angka lebih tinggi dibandingkan patokan internasional. Reporter Tribunnewscom menemukan di kawasan Blok M, satu money changer menetapkan nilai tukar dolar AS mencapai Rp17....
Baca SelengkapnyaMelestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan
TeknologiRirin dan Yuni telaten menyusun dan menggunting pola bahan pembuatan tas etnik di Workshop Mamnich, Jalan Merbabu Raya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pekerjaan ini bukan hal baru bagi keduanya karena bertahun-tahun pengalaman telah menempa Ririn dan Yuni menjadi perajin terampil yang mengolah kain menjadi produk fesyen sarat nilai budaya tradisional dan kearifan lokal....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Raim Laode: Bahagialah Kamu dengan Duniamu Chord
- Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
- Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- Kunci Gitar Hatchu Salma Salsabil: Terbangun Siapkan Kopi
- Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Pemerintah Targetkan Desa Bebas Pinjol Lewat Koperasi Merah Putih
- Celios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis ke Prabowo
- Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
- IHSG Ambruk 3,08 Persen ke 6.396, Ini Pemicunya
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
- Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor
- Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
- Pacific Palace Hotel Batam Sajikan Buffet Nusantara Rp99 Ribu
- Rupiah Jeblok, Pengusaha Tercekik, PHK Massal Mengancam
- Jaringan Irigasi 14 Km Dibangun untuk Swasembada Pangan