Lokasi: Kesehatan >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kesehatan17157 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/f01mc0ou4.html
Artikel Terkait
WhatsApp iOS Rilis Tampilan Liquid Glass Baru
KesehatanWhatsApp mulai meluncurkan tampilan antarmuka baru bernama Liquid Glass ke lebih banyak pengguna setelah beberapa bulan hanya diuji secara terbatas. Pembaruan ini menjadi tahap awal dari perombakan desain menyeluruh pada aplikasi pesan instan milik Meta tersebut....
Baca SelengkapnyaPertamina Operasikan Dua Kapal Gas Raksasa Jaga Pasokan LPG
KesehatanPertamina Patra Niaga memastikan PG1 dan PG2 merupakan kapal kembar (sister ship) dengan spesifikasi identik yang dirancang untuk mengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam skala besar secara aman dan efisien. Kedua kapal ini memiliki kapasitas muat sekitar 80....
Baca SelengkapnyaTelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini
KesehatanWakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Republik Indonesia Angga Raka Prabowo meresmikan Sistem Kabel Laut Pukpuk bersama Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, Gubernur Papua yang diwakili L Christian Sohilait, dan CEO PNG DataCo Paul Komboi. Peresmian itu menjadi tonggak penting bagi TelkomGroup dalam memperkuat infrastruktur konektivitas digital di Indonesia Timur....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Umuh Muchtar Peringatkan Pemain Persib soal Tanda Bahaya
Kota Baru Parahyangan Raih GREENSHIP Homes Platinum
Tenant Baru Padati Mal Jakarta, Pasar Kondominium Lesu
TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk Hubungkan Indonesia-Papua Nugini
Pre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat
Tautan Sahabat
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR