Lokasi: Berita >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Berita85 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ep7giq2mb.html
Artikel Terkait
Mourinho Buka Suara soal Masa Depan, Kembali ke Madrid
BeritaJose Mourinho akhirnya buka suara terkait spekulasi masa depannya setelah Benfica bermain imbang 2-2 melawan SC Braga pada Selasa (12/5) dinihari WIB. Pelatih berusia 63 tahun itu mengaku akan segera berbicara soal masa depannya setelah kompetisi berakhir, tepatnya pada Senin pekan depan setelah laga terakhir melawan Astroril pada Minggu (17/5)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaMoya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
BeritaMoya-moya, penyakit langka yang namanya unik dan berasal dari bahasa Jepang yang berarti "kepulan asap", bisa memicu stroke pada orang muda yang tampak sehat tanpa faktor risiko. dr....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
BeritaAndes Virus yang ditemukan pada kasus di kapal pesiar MV Hondius merupakan jenis berbeda yang banyak tersebar di wilayah Amerika Selatan dan hingga kini belum pernah dilaporkan ditemukan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. “Distribusi virus ini tersebar di Amerika dan hingga saat ini belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” ujar Andi....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Bhayangkara Presisi Lolos Final AVC Champions 2026
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Artikel Terbaru
Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Sevilla vs Real Madrid: Laga Penentu Degradasi Los Nervionenses
Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Tautan Sahabat
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Protein Hewani Kunci Asam Amino Esensial Tumbuh Kembang Anak
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan