Lokasi: Kesehatan >>
Kemenag Buka Jalur Akselerasi S2-S3 di BIB 2026
Kesehatan6555 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BIB-Kemenag-2026-Buka-Jalur-Akselerasi.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program baru yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan magister hingga doktor dalam satu jalur studi terintegrasi. Program tersebut pertama kali dibuka pada tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi alumni pendidikan keagamaan di Indonesia. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag,Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.
"Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor," ujar Ruchman. Dalam skema PMLD, peserta yang lolos seleksi tidak perlu kembali mendaftar untuk jenjang doktor karena jalur pendidikan telah tersambung secara otomatis hingga tingkat S3 di kampus tujuan. Peserta akan menjalani masa studi total selama 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.
Menurut Ruchman, program ini diperuntukkan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan dengan usia maksimal 25 tahun agar dapat melanjutkan studi tanpa jeda akademik. "Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih," jelasnya. Ia menilai model akselerasi tersebut mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dnvio0ufk.html
Artikel Terkait
Kroasia Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, Modric Kapten
KesehatanKroasia yang tergabung di Grup L bersama Inggris, Ghana, dan Panama menargetkan capaian lebih tinggi setelah finis ketiga di Piala Dunia 2022. Pelatih Zlatko Dalic mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda untuk memburu gelar juara dunia pertama bagi Vatreni....
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
KesehatanWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
Baca SelengkapnyaHantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
KesehatanHantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terdeteksi di Kalimantan Barat dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia pada Maret 2026. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi temuan satu kasus virus Hanta berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Megawati Bikin Followers Instagram Hyundai Hillstate Melonjak
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Dua Gelar Al Nassr Lenyap dalam Lima Hari
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Artikel Terbaru
Vinicius Selamatkan Real Madrid saat Mbappe Gagal Total
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Veda Pratama Finis P4 di Moto3 Prancis 2026
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Tautan Sahabat
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga