Lokasi: Berita >>
Jalur Mandiri UIN Bandung 2026 Dibuka, Cek Syaratnya
Berita925 Dilihat
RingkasanUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka sembilan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai latar belakang prestasi, kemampuan akademik, hingga kebutuhan khusus. Jalur yang dibuka meliputi Tahfidz/Qiro’atul Kutub, Prestasi, Khusus Disabilitas, Khusus Moderasi Beragama, Lulusan MAN Terbaik, Portofolio SPAN-PTKIN, SNBP, SNBT, dan UM-PTKIN Computer Based Test (CBT)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kampus-uin-sunan-gunung-djati-bandung-2024-dfgferh.jpg)
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka sembilan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai latar belakang prestasi, kemampuan akademik, hingga kebutuhan khusus. Jalur yang dibuka meliputi Tahfidz/Qiro’atul Kutub, Prestasi, Khusus Disabilitas, Khusus Moderasi Beragama, Lulusan MAN Terbaik, Portofolio SPAN-PTKIN, SNBP, SNBT, dan UM-PTKIN Computer Based Test (CBT). Setiap jalur dirancang untuk mengakomodasi potensi calon mahasiswa dari sisi akademik, keagamaan, maupun kemampuan khusus lainnya.
Jalur Tahfidz/Qiro’atul Kutub diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz atau kemampuan Qiro’atul Kutub. Jalur Prestasi menyasar calon mahasiswa dengan prestasi di bidang Seni dan Olahraga, Pramuka, PMR, Paskibra, atau Ketua OSIS minimal tingkat regional (kota/kabupaten). Jalur Disabilitas merupakan seleksi khusus bagi penyandang disabilitas yang memiliki potensi akademik dan motivasi belajar tinggi, diselenggarakan dengan prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan keadilan dengan memperhatikan kebutuhan aksesibilitas peserta selama proses seleksi.
Jalur Khusus Moderasi Beragama ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, keadilan, keseimbangan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Jalur ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang mampu berkontribusi dalam penguatan kehidupan beragama yang inklusif, harmonis, dan berlandaskan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di lingkungan akademik.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ddic3gifa.html
Sebelumnya: Taisei Marukawa Beri Kode Naturalisasi ke PSSI
Berikutnya: Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
Artikel Terkait
Curacao Tunjuk Dick Advocaat 30 Hari Jelang Piala Dunia 2026
BeritaFederasi Sepak Bola Curaçao memutuskan berpisah dengan pelatih Fred Rutten setelah muncul tekanan besar dari para pemain dan sponsor. Negara debutan Piala Dunia itu mengalami drama internal yang membuat Rutten mundur dari jabatannya karena pemain tidak puas dengan metode pelatihannya....
【Berita】
Baca SelengkapnyaDongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
BeritaKetua YPBLC, Julian Bongsoikrama, menyatakan kegiatan sosial tersebut menjadi ruang berbagi sekaligus sarana membangun karakter dan kreativitas anak. "Kampus dan yayasan bukan hanya ruang akademik, tetapi juga tempat di mana kita mengasah kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berkolaborasi untuk tujuan mulia kemanusiaan," ujar Julian dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Beritadr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- EVOS Kalah 0-2 dari NAVI di MPL ID S17
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Sprint Race MotoGP Catalunya 2026: Bagnaia Frustrasi, Start Pukul 20.00 WIB
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Trump: Iran Tak Bisa Ambil Uranium dari Reruntuhan Nuklir
Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
Tautan Sahabat
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
- IDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes