Lokasi: Bisnis >>

Gap Year Buka Peluang Lebih Luas ke Kampus

Bisnis1 Dilihat

RingkasanSebanyak 5. 400....

Gap Year Buka Peluang Lebih Luas ke Kampus

Sebanyak 5.400.167 siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA di Indonesia pada 2025 harus menghadapi persaingan ketat memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) impian. Persaingan tersebut tidak hanya datang dari lulusan tahun berjalan, karena dalam seleksi SNBT 2026, lulusan 2025 dan 2024 masih memiliki kesempatan mengikuti ujian kembali. Kelompok inilah yang dikenal sebagai siswa gap year, yaitu mereka yang memutuskan menunda kuliah untuk mempersiapkan diri lebih matang.

Sebagian siswa gap year memilih fokus belajar kembali agar peluang masuk PTN impian semakin besar, sementara yang lain tetap berkuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sambil mempersiapkan diri mengikuti seleksi PTN pada tahun berikutnya. Tidak sedikit pula siswa yang sebenarnya sudah diterima di suatu jurusan namun memutuskan untuk tidak mengambilnya demi mengejar pilihan yang lebih sesuai. Risiko salah jurusan sebenarnya dapat diminimalkan melalui perencanaan matang sejak awal, termasuk memanfaatkan layanan konsultasi jurusan dan konsultasi pemilihan PTN dari lembaga pendidikan terpercaya.

Di tengah tekanan sosial yang sering muncul, banyak orang masih memandang gap year sebagai keputusan negatif, padahal periode ini dapat dimanfaatkan secara produktif. Dengan strategi belajar yang tepat, siswa gap year justru memiliki keunggulan berupa waktu lebih banyak untuk mempersiapkan ujian dan memperkuat pemahaman materi. Langkah ini menjadi kunci untuk meraih kursi di PTN favorit tanpa harus menyesal di kemudian hari.

Tags:

Artikel Terkait

  • Iran Kirim Pesan Keras ke AS di BRICS: Siap Perang dan Diplomasi

    Bisnis

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pidatonya pada Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS di India, Kamis (14/5/2026), mengecam Washington dan Tel Aviv atas apa yang disebutnya sebagai "agresi brutal dan ilegal" terhadap Iran. Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak dapat dipatahkan dan justru menjadi lebih kuat serta lebih bersatu ketika berada di bawah tekanan....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit

    Bisnis

    Dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026)....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus

    Bisnis

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni mengumumkan pengawasan ketat terhadap pelaku perjalanan dari Amerika Selatan, terutama Argentina, menyusul kasus penyebaran Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Kapal MV Hondius. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026)....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya