Lokasi: Properti >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Properti74 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/cdq3vdfbt.html
Artikel Terkait
Adrian Khalif Rilis '2001x', Kisah Drama Hubungan Sulit Lepas
PropertiPenyanyi Adrian merilis lagu baru berjudul "2001x" yang mengangkat tema hubungan penuh pertengkaran namun tetap bertahan karena rasa sayang. Setelah dikenal lewat lagu Asumsi, Sialan, dan Alamak, Adrian menghadirkan pendekatan lebih personal dalam karya terbarunya....
【Properti】
Baca SelengkapnyaEl Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
PropertiKetua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan bahwa anak merupakan kelompok paling rentan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang memicu suhu panas dan kekeringan berkepanjangan. Menurutnya, perubahan cuaca tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak....
【Properti】
Baca SelengkapnyaMenkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
PropertiMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pengalaman selama pandemi COVID-19 membuktikan bahwa tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat Indonesia. Dalam forum Asia eHealth Information Network di Kementerian Kesehatan, Budi mengungkapkan pihaknya sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
Artikel Terbaru
Ayu Ting Ting Buka Suara soal Pria di Bioskop
El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
Portugal Siap Wujudkan Mimpi Ronaldo Juara Piala Dunia
Yani Panigoro Peringatkan Bahaya TBC di Daerah Padat
Tautan Sahabat
- Yani Panigoro: Kader TBC Bergerak dengan Hati
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- 263 Kasus Campak di Aceh, Imunisasi Rendah Disorot
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- El Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit