Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Teknologi14988 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bvtbquk3f.html
Artikel Terkait
Vinicius Selamatkan Real Madrid saat Mbappe Gagal Total
TeknologiSevilla tercecer di peringkat 13 klasemen dengan koleksi 43 poin. Bentrokan misi tiga poin membuat level agresi kedua tim seimbang, mereka silih berganti menciptakan peluang dalam pertandingan yang sengit....
Baca SelengkapnyaPolisi Ungkap Cekcok di Kamar Sebelum Pembunuhan di Kebumen
TeknologiKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat 58,75 persen kasus kekerasan menimpa korban di lingkungan rumah. Pada tahun 2025, Kementerian PPPA melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) mencatat lebih dari 25 ribu kasus dengan 26 ribu korban....
Baca SelengkapnyaSindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
TeknologiSindikat narkoba di Kampung Gang Langgar terkenal licin karena selalu lolos dari operasi aparat. Peredaran narkoba di sana dilakukan secara terorganisir dan terstruktur dengan melibatkan sniper atau pengawas yang menggunakan handy talky (HT)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Polwan Digerebek Berduaan, Polda Maluku Selidiki Kasus
- Pelaku Pembakaran Mobil Kades Terancam 9 Tahun Penjara
- Oknum ASN Tuban Divonis 8 Bulan Aniaya Petugas SPBU
- Jateng-Jatim Waspada Hujan Sangat Lebat Kamis 21 Mei 2026
- Pedangdut Surabaya Tipu 84 Orang Arisan Bodong Rp1,8 M
- Prakiraan Cuaca Papua: Jayapura Hujan, Waropen Cerah
Artikel Terbaru
Enam Karoseri Pamer Bus Double Decker, Listrik, Sleeper
Program MBG Target Kurangi Ketimpangan Nutrisi Desa
Atap Sekolah Ambruk di Sragen, Siswa Luka-luka
Yohanes 3 Kali Peralat Anggota Ambil Paket Narkoba
Manajemen Soroti Hilangnya Marko Simic usai Persija Gagal Juara
Pemkab Dogiyai Temukan Kebocoran Anggaran Rp 3,7 Miliar
Tautan Sahabat
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
- Rusia Gelar Latihan Nuklir Terbesar, Ancaman Baru?
- Kursi Trump Lebih Pendek dari Xi Jinping, Sengaja?
- Gunung Soffeh Dibom 20 Kali, Rudal Iran Aman
- Elite Bisnis AS Ikut Trump Temui Xi Jinping
- Jepang Patroli Siber Lacak Warga Asing Ilegal
- Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
- Israel Tangkap 5 Relawan, 4 WNI di Kapal GSF Rawan
- Meta Gunakan AI Lacak Umur Pengguna, Akun Terancam Blokir