Lokasi: Pendidikan >>

Pemkab Dogiyai Temukan Kebocoran Anggaran Rp 3,7 Miliar

Pendidikan865 Dilihat

RingkasanBupati Dogiyai Yudas Tebai mengungkapkan temuan pegawai yang sudah pensiun dan meninggal dunia tetapi gajinya masih dibayarkan dalam rapat terbatas di Aula Kantor Bupati Dogiyai, Papua Tengah, Rabu (20/5/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekda Petrus Agapa dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)....

Pemkab Dogiyai Temukan Kebocoran Anggaran Rp 3,<strong></strong>7 Miliar

Bupati Dogiyai Yudas Tebai mengungkapkan temuan pegawai yang sudah pensiun dan meninggal dunia tetapi gajinya masih dibayarkan dalam rapat terbatas di Aula Kantor Bupati Dogiyai, Papua Tengah, Rabu (20/5/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekda Petrus Agapa dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dogiyai Yafet Tebai menjelaskan angka kerugian berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2025.

Ditemukan kelebihan pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar Rp3.768.822.900, termasuk pembayaran kepada pegawai yang sudah tidak aktif. Catatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menunjukkan angka kematian pegawai yang masih tercatat menduduki jabatan struktural. Kepala BKPSDM Kabupaten Dogiyai Yohan Kegakoto mengungkapkan nama-nama pegawai yang sudah meninggal tersebut masih tercatat dalam sistem.

Guna menyelesaikan validasi data, BKPSDM akan menyerahkan dokumen sinkronisasi kepegawaian kepada Kejaksaan Negeri untuk proses penegakan hukum dan pengurusan hak ahli waris. "Pembayaran setelah masa tersebut merupakan kekeliruan administrasi yang wajib dikembalikan oleh kepala OPD terkait," tegas Yohan. Pemerintah Kabupaten Dogiyai berencana bertolak ke Jakarta untuk mengonsultasikan dilema tenaga kontrak daerah yang masih aktif di wilayahnya.

Tags:

Artikel Terkait