Lokasi: Properti >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Properti8188 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/b16eu72jo.html
Artikel Terkait
Eksperimen AI Kafe di Swedia Berakhir Kacau
PropertiAndon Labs, perusahaan di balik proyek eksperimental ini, sebelumnya meluncurkan Andon Café dengan konsep unik di mana manusia tetap menjadi barista yang melayani pelanggan dari jarak beberapa meter, menerima pesanan dan meracik kopi secara manual. Hanna Petersson dari Andon Labs mengungkapkan eksperimen ini dirancang untuk mengeksplorasi pertanyaan etis saat bot diberi instruksi dasar: menjalankan bisnis secara menguntungkan, bersikap baik, dan mencari solusi teknis operasional sambil meminta bantuan bila diperlukan....
【Properti】
Baca SelengkapnyaDiet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
PropertiPenurunan berat badan drastis tanpa pengawasan dokter justru bisa membuat tubuh terlihat lesu, lemas, dan tampak seperti orang sakit, karena massa otot ikut hilang. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSU Bhakti Asih, dr....
【Properti】
Baca SelengkapnyaBerdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
PropertiBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel dan Hezbollah Saling Serang
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Kode Redeem FF 12 Mei 2026: Klaim Skin & Diamond Gratis
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Artikel Terbaru
Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Tautan Sahabat
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik