Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran Seleksi Mandiri UNS Dibuka 11 Mei 2026
Teknologi62182 Dilihat
RingkasanUniversitas Sebelas Maret (UNS) resmi membuka pendaftaran Seleksi Mandiri tahun ini dengan tiga jalur masuk utama, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Calon mahasiswa dapat mengakses seluruh informasi terkait tahapan, alur, hingga mekanisme pendaftaran melalui situs resmi UNS....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Seleksi-Mandiri-UNS-2026.jpg)
Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi membuka pendaftaran Seleksi Mandiri tahun ini dengan tiga jalur masuk utama, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Calon mahasiswa dapat mengakses seluruh informasi terkait tahapan, alur, hingga mekanisme pendaftaran melalui situs resmi UNS.
Seleksi Mandiri UNS tahun ini dibagi menjadi tiga kelompok jalur masuk. Pertama adalah Jalur Reguler yang mencakup Ujian Tulis UNS serta penggunaan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional. Jalur ini menjadi salah satu opsi utama bagi calon mahasiswa yang ingin masuk UNS melalui seleksi akademik. Kedua adalah Jalur Afirmasi yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu, seperti jalur Disabilitas, Bibit Unggul, Kemaslahatan, serta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Jalur ini disiapkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Ketiga adalah Jalur Kemitraan yang melibatkan kerja sama dengan Mitra Strategis dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS. Jalur ini menjadi bagian dari kolaborasi kampus dengan berbagai pihak dalam menjaring calon mahasiswa berkualitas. Melalui berbagai jalur tersebut, UNS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang inklusif, adaptif, dan mampu menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/8paupapjo.html
Artikel Terkait
Harga Emas Antam 12 Mei 2026 Meroket ke Rp2.859.000
TeknologiHarga emas Antam kembali naik ke level Rp2. 859....
Baca SelengkapnyaPakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
TeknologiDicky menegaskan bahwa rentetan wabah dalam beberapa tahun terakhir membuktikan dunia mendesak menerapkan pendekatan One Health, yaitu keselarasan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. “Ebola, hantavirus, hingga Covid-19 memberi pesan serupa....
Baca SelengkapnyaMoya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
TeknologiMoya-moya, penyakit langka yang namanya unik dan berasal dari bahasa Jepang yang berarti "kepulan asap", bisa memicu stroke pada orang muda yang tampak sehat tanpa faktor risiko. dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Artikel Terbaru
BWS Edukasi Generasi Muda Semarang soal Menabung Bijak
Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Febby Carol Ungkap Kondisi Lindi Usai Operasi Sesar
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Tautan Sahabat
- Heri Black Bungkam Usai Diperiksa KPK, Bantah Urus Perkara
- Komjen RZ Panca Putra Simanjuntak Resmi Jabat Kalemdiklat Polri
- KBPP Polri Audiensi dengan Kapolri Bahas Munas VI 2026
- Pelatihan Vokasi Batch 2 Gratis Dibuka 19 Mei 2026
- DPR Semprot Gubernur BI soal Pernyataan Rupiah Stabil
- Sosok Pertama Ungkap Jokowi Keliling Indonesia, NTT Tujuan Awal
- KPK Rilis Harta Prabowo Rp2 Triliun, Nihil Utang
- Kemenag: Awal Zulhijah 1447 H Jatuh 18 Mei 2026
- Jokowi Keliling Indonesia: Blusukan Biasa atau Politik?
- 5 Dokter Laporkan Menkes Budi ke Polisi Soal Gelar Palsu