Lokasi: Gaya Hidup >>
KemenPANRB Buka Magang Siswa Mahasiswa, Batas 12 Juni 2026
Gaya Hidup21 Dilihat
RingkasanKemenPANRB membuka program magang untuk siswa SMA/SMK sederajat dan mahasiswa jenjang Sarjana yang ingin merasakan pengalaman kerja langsung di lingkungan birokrasi pemerintahan. Program magang ini menyediakan sejumlah formasi, mulai dari Pengelola Data dan Sistem Informasi hingga Pengelola Keuangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/magang-kementerian-panrb.jpg)
KemenPANRB membuka program magang untuk siswa SMA/SMK sederajat dan mahasiswa jenjang Sarjana yang ingin merasakan pengalaman kerja langsung di lingkungan birokrasi pemerintahan. Program magang ini menyediakan sejumlah formasi, mulai dari Pengelola Data dan Sistem Informasi hingga Pengelola Keuangan. Pendaftaran telah dibuka sejak 18 Mei dan akan ditutup pada 12 Juni 2026.
Pelaksanaan magang dijadwalkan berlangsung dari Juli hingga Oktober 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman Simak untuk mendapatkan informasi mengenai benefit atau manfaat Program Magang KemenPANRB Periode Semester II 2026. Peserta yang lolos akan ditempatkan di berbagai unit kerja sesuai dengan formasi yang dipilih.
Berikut daftar formasi, penempatan, tugas, dan persyaratan peserta yang perlu dipenuhi. Calon peserta diharapkan mempersiapkan dokumen dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelum batas akhir pendaftaran pada 12 Juni 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/8kfsfplek.html
Artikel Terkait
Taisei Marukawa Beri Kode Naturalisasi ke PSSI
Gaya HidupPemain asal Jepang, Taisei Marukawa, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Pernyataan tersebut menjadi kode keras bagi PSSI dan pelatih Patrick Kluivert....
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Gaya HidupWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Gaya HidupDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- AKP Yohanes Bonar Tersangka Narkoba, Baru 5 Bulan Menjabat
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Tautan Sahabat
- Polisi Beberkan Alur Distribusi Ekspor Ilegal Motor Jaksel
- Polda Metro Gagalkan Peredaran Sabu 32 Kg Jaringan Malaysia
- Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
- Pria Tewas Diduga Dilempar dari Lantai Dua Grogol
- Polisi Usut Model Diduga Dibegal Usai Pemotretan
- Dirut Terra Drone Minta Maaf, Minta Hukuman Ringan
- Prabowo Beli Sapi 1 Ton Milik Peternak Bogor
- Keringanan PBB-P2 2026 Dorong Warga Jakarta Lunasi Pajak
- Tampang Taufik Gembel, Begal Sadis Palmerah Ditangkap
- Polda Metro Kerahkan 6.000 Pasukan Jaga Jakarta Bersih