Lokasi: Gaya Hidup >>

Putin Genjot Produksi Drone, Kekuatan Militer Iran Menguat

Gaya Hidup38956 Dilihat

RingkasanRusia memperluas kawasan industri Alabuga hingga mencapai 340 hektar dalam satu tahun terakhir, memicu kekhawatiran baru terkait peningkatan kemampuan serangan udara melalui produksi drone kamikaze. Pabrik drone yang berada di Zona Ekonomi Khusus Alabuga diketahui menjadi pusat utama produksi drone kamikaze bergaya Shahed yang selama ini digunakan Moskow....

Putin Genjot Produksi Drone,<strong></strong> Kekuatan Militer Iran Menguat

Rusia memperluas kawasan industri Alabuga hingga mencapai 340 hektar dalam satu tahun terakhir, memicu kekhawatiran baru terkait peningkatan kemampuan serangan udara melalui produksi drone kamikaze. Pabrik drone yang berada di Zona Ekonomi Khusus Alabuga diketahui menjadi pusat utama produksi drone kamikaze bergaya Shahed yang selama ini digunakan Moskow. Perluasan terlihat dari citra satelit yang menunjukkan pembangunan hanggar baru, penambahan fasilitas produksi, hingga kawasan tempat tinggal pekerja di sekitar kompleks industri tersebut.

Selain itu, sebuah area konstruksi baru seluas 450 hektar juga terlihat dibangun di bagian selatan kawasan Alabuga. Hingga kini, fungsi pasti lokasi tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Drone Geran-2 diketahui menjadi salah satu senjata utama Rusia, dengan setiap unit diperkirakan diproduksi dengan biaya sekitar 15.000 euro hingga 50.000 euro. Meski lebih murah, drone ini memiliki daya rusak besar karena membawa bahan peledak dan digunakan dalam serangan massal ke berbagai kota Ukraina.

Peningkatan kapasitas produksi ini dinilai menjadi bagian dari strategi Rusia untuk memperkuat serangan udara. Penggunaan drone Shahed sendiri pertama kali dilakukan Rusia pada 2022 setelah mengimpor teknologi tersebut dari Iran melalui jalur Laut Kaspia. Langkah ekspansi ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan analis militer terkait eskalasi konflik di Ukraina.

Tags:

Artikel Terkait