Lokasi: Pendidikan >>
Unair Buka Jalur Mandiri Ujian Tulis dan Kemitraan 2026
Pendidikan442 Dilihat
RingkasanPendaftaran dibuka mulai 18 Mei 2026 pukul 10. 00 WIB hingga 21 Juni 2026 pukul 17....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kampus-UNAIR.jpg)
Pendaftaran dibuka mulai 18 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga 21 Juni 2026 pukul 17.00 WIB secara daring melalui laman resmi. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online dengan materi tes terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA) dan Persyaratan Khusus Mandiri Kemitraan.
Peserta hanya diperbolehkan memilih salah satu jalur pendaftaran dengan catatan penting. Persyaratan umum bagi seluruh pendaftar berlaku untuk semua strata penerimaan dalam negeri. Sebelum mengisi formulir pendaftaran online, setiap calon peserta diwajibkan memiliki akun pendaftaran yang akan digunakan sebagai login ke dalam Sistem Pendaftaran Online.
Akun pendaftaran berfungsi sebagai akses utama untuk masuk dan menyelesaikan proses pendaftaran. Calon peserta harus memastikan data yang diisi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga penyelenggara. Pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui jalur yang telah dipilih tanpa adanya perubahan setelah proses pengisian dimulai.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/6bno2imsw.html
Artikel Terkait
iPhone 17 Pro Diklaim Punya Charging Tercepat Tahun Ini
PendidikanCNET merilis hasil pengujian terbaru pada 14 Mei 2026 yang melibatkan 33 smartphone dari merek besar seperti Apple, Samsung, Google, Motorola, dan OnePlus. Semua perangkat diuji dalam kondisi baterai di bawah 10 persen sebelum proses pengisian dimulai....
Baca SelengkapnyaKemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
PendidikanPemerintah Indonesia memastikan kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi penyakit infeksi emerging, dengan menyatakan seluruh fasilitas mulai dari rumah sakit rujukan, ketersediaan alat PCR, alat pelindung diri (APD), hingga tempat tidur isolasi dan ICU dalam kondisi cukup. Saat ini terdapat 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia, dan dari jumlah tersebut, sebanyak 21 rumah sakit sentinel telah disiapkan di 20 provinsi....
Baca SelengkapnyaDongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
PendidikanKetua YPBLC, Julian Bongsoikrama, menyatakan kegiatan sosial tersebut menjadi ruang berbagi sekaligus sarana membangun karakter dan kreativitas anak. "Kampus dan yayasan bukan hanya ruang akademik, tetapi juga tempat di mana kita mengasah kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berkolaborasi untuk tujuan mulia kemanusiaan," ujar Julian dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Klaim Kode Redeem FC Mobile 14 Mei 2026, Dapat Gems
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Kode Redeem FC Mobile 13 Mei 2026: 1.000 Gems & 5 Juta
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Artikel Terbaru
6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
Dhinda Hadapi Ratchanok Usai Lolos Malaysia Masters
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- 5 Cara Alami Tingkatkan Nafsu Makan untuk Naik Berat Badan
- PPTI Yakin Target TBC 2030 Tercapai Jika Semua Pihak Patuh
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku