Lokasi: Kesehatan >>
Unpad Buka Beasiswa Pascasarjana 2026, S2-S3 Tuntas 4 Tahun
Kesehatan6481 Dilihat
RingkasanBeasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-Unggulan-Pascasarjana-Unpad-2026.jpg)
Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
BUPP 2026 dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul melalui percepatan pendidikan. Penerima beasiswa akan memperoleh sejumlah fasilitas pendanaan yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, serta tunjangan penelitian. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan bimbingan langsung dari promotor yang kompeten di bidangnya.
Persyaratan pendaftaran meliputi: Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing; lulusan program Sarjana atau Sarjana Terapan yang terakreditasi oleh BAN PT/LAM-PTKes; memiliki IPK minimal 3,25 bagi lulusan dari Perguruan Tinggi di Indonesia atau GPA minimal 3,5 skala 4 bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri; memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran; serta sertifikat English Language Test (ELT) UNPAD yang masih berlaku (maksimal 2 tahun) dengan nilai minimal 525, atau tes kemampuan Bahasa Inggris dari institusi resmi yang diakui UNPAD.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/4802j3cs1.html
Artikel Terkait
Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
KesehatanLagu Babak Terakhir ciptaan Raim Laode kembali populer pada 2026 setelah tren digital mengangkatnya, padahal lagu ini pertama kali dirilis pada 2022 melalui kanal YouTube Raim Laode. La Ode Raimudin yang dikenal sebagai Raim Laode adalah seniman multitalenta asal Liya Toko, Wakatobi, Sulawesi Tenggara....
Baca SelengkapnyaPenumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
KesehatanSeorang penumpang perempuan terjatuh ke jalur 3 Stasiun Gambir karena peron yang padat pada Rabu (13/5/2026) pukul 17. 10 WIB....
Baca SelengkapnyaPolda Metro Tangkap Penadah Ribuan Motor Selundupan
KesehatanPolisi mengamankan 1. 494 unit sepeda motor dari dua merek besar di sebuah gudang di Jalan Kemandoran 8 Nomor 6, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Dongeng Vietnam di Piala Asia U17 2026 Berlanjut
- Pengedar Ratusan Tramadol dan Hexymer di Babelan Bekasi Ditangkap
- Sapi Kurban Prabowo di Tangsel Bobot 1 Ton Rp120 Juta
- Penumpang Motor Tewas Terlindas Truk Kabur di Depok
- Kunci Gitar Hatchu Salma Salsabil: Terbangun Siapkan Kopi
- LBH Jakarta Desak Polda Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
Artikel Terbaru
55 Pemain Awal Timnas Argentina Piala Dunia 2026: Messi Pimpin, Dybala Absen
Polisi Ungkap Motif Penyekapan di Showroom Cakung karena Utang Cicilan
Ditpolairud Tangkap dan Lepas Liarkan 180 Ikan Napoleon
Pengunjung Ancol Sepi Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Ubed Tersingkir di Thailand Open 2026 karena Ragu di Awal Laga
Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
Tautan Sahabat
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Protein Hewani Kunci Asam Amino Esensial Tumbuh Kembang Anak
- Yani Panigoro Soroti Perjuangan Kader Penyembuh TBC
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991