Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan51328 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/3hdigdozk.html
Artikel Terkait
Chord Lagu Senyumlah Andmesh dari C untuk Masalah Hidup
KesehatanAndmesh merilis lagu Senyumlah pada 28 Agustus 2020 yang memiliki makna emosional tentang ajakan semangat hidup, harapan, ketegaran, dan pesan untuk tetap tersenyum meski menghadapi masalah. Lagu bergenre Pop dan Pop Ballad ini video klipnya telah tayang di kanal YouTube HITS Records dan ditonton lebih dari 25 juta kali....
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Kesehatandr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
Baca SelengkapnyaPsikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
KesehatanKorban kekerasan seksual berisiko mengalami gangguan mental hingga menjadi pelaku di masa depan jika luka psikologis tidak ditangani dengan baik, ujar dr Johan dalam podcast Momspiration yang tayang langsung di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Senin (11/5/2026). Masyarakat sering kali hanya fokus pada proses hukum, padahal pemulihan psikologis korban sama pentingnya, jelas dr Johan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Google Bantah Latih Gemini Pakai Email Gmail
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- FIBA Tunjuk XTB sebagai Sponsor Global Piala Dunia Basket
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Artikel Terbaru
Bruno Fernandes Kejar Rekor Assist Henry dan De Bruyne
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
DM Instagram Tak Terenkripsi, Privasi Pengguna Dipertanyakan
El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
Tautan Sahabat
- BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Ringan Selasa, 12 Mei 2026
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Jalani Operasi Wajah
- Memilah Sampah Berat, Zulhas Sebut Bisa Jadi Listrik
- Polisi Gerebek 28 Lokasi di Depok, Ringkus 41 Pengedar
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
- 3 Jambret WNA di Bundaran HI Ternyata 120 Kali Beraksi
- Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KRL di Lenteng Agung
- TAUD Nilai Andrie Yunus Rentan Intimidasi di Sidang Militer
- Pendeta Abraham: Kenaikan Yesus Bukan Sekadar Seremoni
- Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Pidana Serikat Pekerja