Lokasi: Bisnis >>

BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024

Bisnis9668 Dilihat

RingkasanBYD Motor Indonesia tengah merampungkan tahap akhir pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik yang diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 150. 000 unit per tahun....

BYD Pastikan Pabrik Rp11,<strong></strong>7 Triliun di Subang Beroperasi 2024

BYD Motor Indonesia tengah merampungkan tahap akhir pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik yang diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun. Head of Public and Government Relations BYD Motor IndonesiaLuther T. Panjaitan mengungkapkan proses tersebut masih memerlukan finalisasi beberapa hal administratif dan teknis. "So far sesuai sejalan dengan planning, namun memang masih dalam proses tahap-tahap akhir. Kita perlu finalisasi beberapa hal. Untuk itu, sesegera mungkin ketika dia sudah ready kita akan informasikan situasi ter-update-nya," tutur Luther kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026).

Proses yang tengah dilakukan saat ini mencakup integrasi peralatan produksi hingga tahap uji coba operasional pabrik. "Ada beberapa hal, lebih ke sifatnya administratif juga ada, kemudian integrasi equipment, persiapan, kemudian trial. Manufaktur ini bukan satu fasilitas yang kecil dan mudah untuk di-operate secara cepat. Namun semuanya sesuai dan on track dengan ekspektasi dari kita dan khususnya pemangku kepentingan," jelas Luther. Ia juga menanggapi sorotan dari Komisi VII DPR terkait realisasi pembangunan pabrik tersebut.

Menurut Luther, seluruh persiapan saat ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). "Betul, justru persiapan ini adalah dalam rangka meng-fulfil kebutuhan tersebut, karena TKDN itu juga memerlukan beberapa requirement yang kita harus fulfil dan so far sejalan dan hanya berproses saja agar kita sesegera mungkin bisa memproduksi kendaraan yang sesuai dengan TKDN dan mengikuti program-program pemerintah yang ada saat ini untuk memberikan value yang lebih baik kepada pelanggan," ungkap Luther.

Tags:

Artikel Terkait

  • Kemenkes Peringatkan Demam Usai Bepergian dari Afrika

    Bisnis

    Kemenkes mengeluarkan peringatan serius terkait penyakit Ebola yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat fatality rate (CFR) Ebola mencapai rata-rata 50 persen....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Trump Tolak Proposal Damai AS-Iran, Sebut Dokumen Sampah

    Bisnis

    Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak proposal terbaru dari Teheran terkait gencatan senjata dan menyebut dokumen tersebut sebagai "dokumen sampah". Al Jazeera melaporkan Trump mengatakan kesepakatan damai antara AS dan Iran itu sangat lemah setelah ia membaca dokumen yang dikirimkan pihak lawan....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Senat AS Tolak Rencana Trump Remodel Ballroom Putih

    Bisnis

    Senat Amerika Serikat menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) usulan Partai Republik yang mengalokasikan dana 1 miliar dolar AS (sekitar Rp17,66 triliun) untuk Dinas Rahasia (Secret Service) guna mendanai proyek pembangunan ruang dansa yang diusulkan Presiden Donald Trump. Penasihat Hukum Senat AS, Elizabeth MacDonough, pada hari Sabtu menyatakan RUU anggaran tersebut harus ditulis ulang karena bermasalah dengan wewenang atau jurisdiksi komite....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya