Lokasi: Kuliner >>
Polteknaker Perpanjang Pendaftaran SBP 2026 hingga 27 Mei
Kuliner3193 Dilihat
RingkasanKementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang masa pendaftaran Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) hingga 31 Mei 2026. Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan perpanjangan ini mengakomodasi tingginya antusiasme lulusan SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi di bidang ketenagakerjaan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Chris-Kuntadi-Kemenaker.jpg)
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang masa pendaftaran Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) hingga 31 Mei 2026. Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyampaikan perpanjangan ini mengakomodasi tingginya antusiasme lulusan SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi di bidang ketenagakerjaan.
Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan pendaftaran serta tingginya minat masyarakat. “Perpanjangan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para calon pendaftar yang masih melengkapi persyaratan maupun yang belum sempat melakukan registrasi,” ujar Cris Kuntadi dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026). Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kemnaker, Polteknaker berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang siap kerja melalui pendidikan berbasis kebutuhan industri.
Cris Kuntadi mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan perpanjangan waktu pendaftaran ini serta memastikan seluruh dokumen persyaratan diunggah sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran, jadwal seleksi, dan persyaratan dapat diakses melalui laman resmi Polteknaker.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/2odrtk8jo.html
Sebelumnya: Ikan Pelestarian Wonogiri Ludes Ditangkap Warga
Berikutnya: Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
Artikel Terkait
Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
KulinerLagu Aku Cinta Kau dan Dia masuk dalam album Ideologi, Sikap, Otak yang dirilis pada 1998. Lirik lagu ini menceritakan tentang seseorang yang terjebak dalam perasaan cinta kepada dua orang sekaligus....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
KulinerPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaEl Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
KulinerEl Nino "Godzilla" merupakan istilah populer untuk fenomena super El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dapat mengancam ketahanan pangan keluarga. Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Mendikdasmen Abdul Muti Menangis Teringat Film Masa Kecil
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
- Enam Karoseri Pamer Bus Double Decker, Listrik, Sleeper
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
Artikel Terbaru
Karim Benzema Diejek Bos Al Ittihad Usai Al Nassr Juara
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Rashford Kerasan di Barcelona, Ogah Pulang ke MU
Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- IDAI Tegaskan ASI Standar Emas, Bukan Susu Formula
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes