Lokasi: Kesehatan >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 155 Kurikulum Merdeka
Kesehatan44 Dilihat
RingkasanSebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-BELAJAR-10.jpg)
Sebuah soal latihan mengukur denyut nadi menguji kemampuan siswa dalam mengisi bagian yang hilang dengan kata yang tepat. Andika Suhendar merasa lemas setelah denyut nadinya terhitung 55 kali per menit. Dari data tersebut, guru menyimpulkan kondisi kebugaran Andika sedang tidak baik dan menyarankannya untuk beristirahat. Dalam kondisi bugar, Andika dikenal sebagai anak periang yang suka bergaul dan aktif dalam aktivitas fisik seperti pelajaran olahraga.
Soal tersebut merupakan bagian dari latihan mengisi titik-titik dalam paragraf dengan isian kata yang sesuai dari kotak jawaban. Data denyut nadi Andika yang rendah menunjukkan kebugarannya sedang menurun, sehingga ia perlu pemulihan. Aktivitas fisik yang biasanya dilakukan Andika saat sehat mencakup interaksi sosial dan partisipasi dalam pelajaran olahraga.
Latihan ini mengajarkan siswa untuk menghubungkan data medis sederhana dengan kondisi kebugaran seseorang. Hasil pengukuran denyut nadi Andika menjadi indikator utama dalam menentukan saran istirahat dari guru. Pemahaman tentang denyut nadi normal dan faktor yang memengaruhinya penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/2lp37auo2.html
Artikel Terkait
Empat Orang Mengaku Penyidik dan Pengacara Datangi Rumah Korban
KesehatanEmpat orang mendatangi rumah orangtua korban untuk menekan pihak keluarga agar bersedia menyelesaikan kasus secara kekeluargaan atau damai pada Kamis (7/5/2026). Keluarga korban melaporkan upaya intimidasi tersebut terjadi setelah kasus dilaporkan ke polisi....
Baca SelengkapnyaRupiah Ditutup Melemah Rp17.703, Sulit Menguat
KesehatanNilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17. 703 per dolar AS pada perdagangan, Selasa (19/5/2026) sore ini....
Baca SelengkapnyaKoperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
KesehatanPemerintah terus mendorong koperasi Indonesia agar mampu menembus pasar global melalui transformasi digital dan peningkatan standar mutu produk. Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Henra Saragih, menyampaikan pernyataan tersebut dalam kegiatan business matching antara Koperasi Konsumen Kana dengan sejumlah calon mitra bisnis dan importir asal Korea Selatan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Cirebon Raya Ajukan Diri Tuan Rumah Muktamar ke-35 PBNU
- Jadah Tempe Lereng Merapi, Warisan Rasa di Tengah Modernisasi
- Cadangan 31 Miliar Ton, Batu Bara Penopang Energi Indonesia
- IHSG Anjlok 2 Persen ke Level 5.969
- Prakiraan Cuaca Bandung Raya Rabu: Sumedang Cerah, Bandung Hujan
- Bank Indonesia Dinilai Kehilangan Trust Akibat Rupiah dan IHSG Anjlok
Artikel Terbaru
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
WIKA Tunjuk Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen
Rupiah Melemah, Ekspor Tambang Untung, Biaya Logistik Naik
Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
Demo Massa Desak Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Mundur
Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Stagnan, Ancaman MIT Masih Nyata
Tautan Sahabat
- Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Dorong Transformasi Digital
- Penguatan Konektivitas Dagang Indonesia-ASEAN-China
- Prabowo Terbitkan PP BUMN Ekspor Tunggal Berantas Underinvoicing
- GMFI Target Pendapatan Rp9,5 Triliun dan Laba Rp617,7 M di 2026
- BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Promo KPR, KKB, Cashback
- Menhub Tanggapi Sinyal Hijau Sebelum Kecelakaan Kereta
- Pengamat: RI Perkuat Ketahanan Energi Sebelum Dekarbonisasi
- BI Yakin Rupiah Menguat Juli 2026, Yakinkan DPR
- Bank Raya Gelar RUPST 2026, Saham Setujui Agenda Strategis
- ESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan