Lokasi: Hikmah >>

Pertumbuhan Sekolah Tak Seimbang dengan Kualitas Berpikir

Hikmah5 Dilihat

RingkasanMuhammad Nur Rizal menyoroti ketimpangan antara ekspansi besar sistem pendidikan dan kualitas berpikir peserta didik dalam acara yang diikuti sekitar 500 guru dan pegiat pendidikan dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Selatan, Bontang, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, hingga DI Yogyakarta. Rizal menjelaskan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan pendidikan yang sangat signifikan....

Pertumbuhan Sekolah Tak Seimbang dengan Kualitas Berpikir

Muhammad Nur Rizal menyoroti ketimpangan antara ekspansi besar sistem pendidikan dan kualitas berpikir peserta didik dalam acara yang diikuti sekitar 500 guru dan pegiat pendidikan dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Selatan, Bontang, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, hingga DI Yogyakarta.

Rizal menjelaskan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan pendidikan yang sangat signifikan. “Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah sekolah meningkat dari sekitar 100 ribu pada 1970 menjadi lebih dari 300 ribu pada 2020. Jumlah universitas naik dari puluhan kampus pada 1950-an menjadi lebih dari 4.000 pada 2022. Sementara jumlah mahasiswa mendekati 10 juta pada 2025,” kata Rizal, Selasa (12/5/2026). Namun, peningkatan kuantitas tersebut tidak sejalan dengan kualitas berpikir. Mengacu pada data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Indonesia masih tertinggal sekitar 100–120 poin dari rata-rata negara OECD dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. Mayoritas siswa juga belum mencapai standar kompetensi minimum. Temuan OECD melalui studi Program for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) juga menunjukkan bahwa sebagian lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih memiliki kemampuan literasi setara lulusan sekolah menengah pertama di beberapa negara maju. “Sekolah berkembang, tetapi kemampuan berpikir tidak tumbuh sebanding,” ujar Rizal.

Rizal juga menyoroti rapuhnya struktur mental peserta didik. Data internasional menunjukkan tingkat perundungan di Indonesia lebih tinggi dibanding rata-rata negara lain, sementara kemampuan growth mindset relatif lebih rendah.

Tags:

Artikel Terkait