Lokasi: Bisnis >>

Merz Buka Peluang Kembali ke Energi Batu Bara

Bisnis8 Dilihat

RingkasanPerdebatan tentang transisi energi dan perlindungan iklim kembali menghangat di Jerman setelah Kanselir Friedrich Merz mempertanyakan rencana penghentian pembangkit batu bara pada tahun 2038. Dalam sebuah kongres yang diselenggarakan harian Frankfurter Allgemeine Zeitung pada pertengahan April, Merz menyatakan bahwa Jerman mungkin harus mempertahankan pembangkit listrik tenaga batu bara lebih lama dari rencana....

Merz Buka Peluang Kembali ke Energi Batu Bara

Perdebatan tentang transisi energi dan perlindungan iklim kembali menghangat di Jerman setelah Kanselir Friedrich Merz mempertanyakan rencana penghentian pembangkit batu bara pada tahun 2038. Dalam sebuah kongres yang diselenggarakan harian Frankfurter Allgemeine Zeitung pada pertengahan April,Merz menyatakan bahwa Jerman mungkin harus mempertahankan pembangkit listrik tenaga batu bara lebih lama dari rencana. "Kita mungkin harus membiarkan pembangkit listrik batu bara yang masih beroperasi tetap terhubung ke jaringan lebih lama,” ujar Merz seraya menambahkan bahwa ia tidak siap mempertaruhkan inti sistem pasokan energi hanya karena tanggal penghentian yang ternyata tidak realistis.

Pernyataan Merz dipicu melonjaknya harga energi sejak pecahnya perang AS dan Israel melawan Iran pada awal Maret tahun ini. Namun, Martin Kaiser, pakar iklim dari organisasi lingkungan Greenpeace, menilai langkah tersebut keliru. "Friedrich Merz tidak bisa merumuskan kebijakan yang berorientasi masa depan jika ia salah menafsirkan tingginya harga energi fosil,” kata Kaiser kepada DW. Menurut dia, mempertanyakan konsensus nasional tentang penghentian batu bara tanpa alasan kuat justru bisa mengancam keamanan Jerman dan hak kebebasan generasi muda.

Di sisi lain, Merz mendapat dukungan dari sejumlah analis energi seperti Jakob Schlandt dari Hamburg Institut. Schlandt menegaskan bahwa ketergantungan pada impor energi fosil merupakan "kelemahan strategis” yang harus diatasi, meskipun energi terbarukan bisa mengurangi ketergantungan tersebut. "Kita tidak bisa beralih ke 100 persen pompa panas dalam semalam,” ujarnya kepada stasiun televisi NTV. Kesepakatan penghentian pembangkit listrik batu bara pada 2038 sendiri merupakan hasil kompromi panjang antara pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian pada 2020 yang selama ini tidak pernah dipersoalkan oleh pemerintah mana pun.

Tags:

Artikel Terkait