Lokasi: Berita >>

Prabowo Dorong Industrialisasi, Kemenperin Target Indonesia Produsen

Berita6358 Dilihat

RingkasanPresiden Prabowo Subianto menekankan percepatan industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai kebutuhan strategis, mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, arahan Presiden sejalan dengan agenda Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang tengah dijalankan Kemenperin untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional....

Prabowo Dorong Industrialisasi,<strong></strong> Kemenperin Target Indonesia Produsen

Presiden Prabowo Subianto menekankan percepatan industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi sendiri berbagai kebutuhan strategis, mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, arahan Presiden sejalan dengan agenda Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang tengah dijalankan Kemenperin untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional. "Pidato Bapak Presiden menjadi penegasan bahwa industrialisasi adalah jalan utama untuk menuju kemandirian ekonomi nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus menjadi negara produsen yang memiliki kemampuan manufaktur kuat dan berdaya saing global," tutur Agus dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).

Pengembangan industrialisasi nasional perlu diarahkan pada industri berbasis sumber daya alam yang mampu menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi. "Bagus sekali arahan dari Bapak Presiden, karena memang itu yang menjadi harapan kita. Jadi, sekarang industrialisasinya harus kita kembangkan yang berbasis sumber daya alam karena kekuatan sumber daya alam kita itu bisa menghasilkan produk-produk turunan yang nanti pada gilirannya akan memperkuat mata rantai dari industri nasional itu sendiri," ungkapnya. Menperin mencontohkan pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang dinilai menjadi keunggulan Indonesia karena status Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia. "Kalau kita bicara soal baterai misalnya, itu juga harusnya bisa menjadi keunggulan bagi Indonesia, karena kita menjadi produsen nikel terbesar di dunia dan juga komponen-komponen otomotif lainnya yang merupakan hasil dari downstreaming dari produk-produk di hulunya," imbuhnya.

Agus menilai, pernyataan Presiden akan menambah optimisme dan semangat pelaku industri nasional untuk memperkuat daya saing di tengah tantangan global. "Jadi saya kira bagus sekali apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden, dan itu akan menambah kekuatan dari semangat dari para industri-industri yang ada di Indonesia untuk bergerak cepat, untuk bisa menjawab challenge yang telah disampaikan kepada pemerintah maupun para pelaku industri," ujar Menperin. Kemenperin mencatat, industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026 tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan berkontribusi 19,07 persen terhadap PDB nasional.

Tags:

Artikel Terkait

  • Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge

    Berita

    Kolaborasi dua maestro Pop Jawa, Denny Caknan dan Hendra Kumbara, berhasil menyuguhkan karya sarat makna budaya dan emosi mendalam. Denny Caknan atau Deni Setiawan, penyanyi dan pencipta lagu asal Ngawi, Jawa Timur, telah menjadi ikon utama musik Pop Jawa kontemporer setelah sukses besar lewat lagu "Kartonyono Medot Janji"....

    Berita

    Baca Selengkapnya
  • Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi

    Berita

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Indonesia saat ini kesulitan dalam menyukseskan program imunisasi nasional. Berdasarkan laporan global WHO dan UNICEF tahun 2024, Indonesia berada di peringkat keenam dunia untuk kategori jumlah anak yang sama sekali belum tersentuh imunisasi....

    Berita

    Baca Selengkapnya
  • Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil

    Berita

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pengalaman selama pandemi COVID-19 membuktikan bahwa tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat Indonesia. Dalam forum Asia eHealth Information Network di Kementerian Kesehatan, Budi mengungkapkan pihaknya sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti....

    Berita

    Baca Selengkapnya