Lokasi: Berita >>

Ibunda As'ad Aras Akui Firasat Buruk Sebelum Penangkapan

Berita836 Dilihat

RingkasanEmpat WNI jurnalis dan lima aktivis ditangkap Israel dalam insiden di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Satu dari aktivis yang ditahan adalah As'ad Aras Muhammad asal Sinjai, Sulawesi Selatan, bersama rekannya Hendro Prasetyo, setelah kapal kemanusiaan Kasr-1 yang mereka tumpangi diinterogasi dalam misi menuju Gaza....

Ibunda As'ad Aras Akui Firasat Buruk Sebelum Penangkapan

Empat WNI jurnalis dan lima aktivis ditangkap Israel dalam insiden di perairan internasional pada Senin (18/5/2026). Satu dari aktivis yang ditahan adalah As'ad Aras Muhammad asal Sinjai, Sulawesi Selatan, bersama rekannya Hendro Prasetyo, setelah kapal kemanusiaan Kasr-1 yang mereka tumpangi diinterogasi dalam misi menuju Gaza.

Penangkapan As'ad oleh tentara Israel membuat ibundanya, Rabia (60), dirundung pilu. Rabia mengaku mulai gelisah setelah kehilangan kontak dengan anaknya sejak Senin (18/5/2026). "Saya dari kemarin sangat gelisah dan sudah ada firasat bahwa ada masalah yang terjadi," ujarnya kepada awak media. Ia kemudian mendapat kabar penangkapan putranya melalui grup WhatsApp relawan dan informasi dari adik korban di Jakarta. "Ada grup WhatsApp-nya, di situ saya lihat bahwa anak saya ditangkap Israel," terangnya.

Rabia mengungkapkan, putranya telah lama aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan menjadi relawan sejak 2014. Misi kemanusiaan menuju Gaza itu dihadang di perairan internasional, mengakibatkan sembilan WNI ditahan oleh otoritas Israel tanpa kepastian hukum yang jelas.

Tags:

Artikel Terkait