Lokasi: Travel >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Travel5 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/1la22v8ef.html
Artikel Terkait
Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz untuk Kapal Asing
TravelEbrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, mengumumkan Teheran akan menerapkan sistem baru yang mengatur lalu lintas maritim melalui rute-rute tertentu di Selat Hormuz. Kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut nantinya akan dikenakan biaya sebagai bentuk pembayaran atas "layanan khusus" yang disediakan....
【Travel】
Baca SelengkapnyaToyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Akibat Korsleting
TravelSebuah kendaraan terbakar di jalan tol arah Jakarta setelah melaju dari Bogor. Kompol Jajuli menyatakan kendaraan berjalan di lajur dua saat tiba-tiba muncul asap dan api di bagian kap, Selasa (12/5/2026)....
【Travel】
Baca SelengkapnyaBMKG: Sebagian Jakarta Hujan Ringan Selasa, 12 Mei 2026
TravelBMKG memprakirakan Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan berawan pada hari ini. Potensi hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Seketika Rizwan Fadilah RnBoyz Mahalini
- Bocah Tenggelam di Ciliwung Ditemukan Tersangkut Sampah Jaksel
- Long Weekend, Monas Magnet Warga untuk Piknik dan Edukasi
- Polisi Intai Markas Judol WNA di Hayam Wuruk Tanpa Identitas
- Prime Video Luncurkan Fitur Clips Saingi Netflix dan Disney+
- Toyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Diduga Korsleting
Artikel Terbaru
Bruno Fernandes Garang, Casemiro Kunci Kemenangan MU
Polisi Tangkap 2 Pencuri Aki Truk di Pelabuhan Tanjung Priok
Ditpolairud Tangkap dan Lepas Liarkan 180 Ikan Napoleon
Pramono Sebut Ketimpangan Kaya-Miskin Masalah Utama Jakarta
FIBA Tunjuk XTB sebagai Sponsor Global Piala Dunia Basket
Jakarta Target Top 50 Global City 2030, Revitalisasi Blok M-Kota Tua
Tautan Sahabat
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- El Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar