Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kuliner8153 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/1hm3fmiad.html
Artikel Terkait
Neymar di Ujung Tanduk, Peluang Piala Dunia 2026?
KulinerPelatih tim nasional Brasil, Dorian Jr, mengakui keputusan untuk tidak memanggil Neymar ke skuad merupakan pilihan yang sulit dan penuh pertimbangan. "Ketika Anda harus memilih, Anda harus mempertimbangkan banyak hal," ucap pelatih asal Italia itu....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaDongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
KulinerKetua YPBLC, Julian Bongsoikrama, menyatakan kegiatan sosial tersebut menjadi ruang berbagi sekaligus sarana membangun karakter dan kreativitas anak. "Kampus dan yayasan bukan hanya ruang akademik, tetapi juga tempat di mana kita mengasah kreativitas, keberanian tampil, dan kemampuan berkolaborasi untuk tujuan mulia kemanusiaan," ujar Julian dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026)....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaFood Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
KulinerOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Artikel Terbaru
Google Hapus Fitur Fitbit di Aplikasi Kesehatan
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah
BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Tautan Sahabat
- Gregoria Mariska Belum Pensiun Usai Jadi Penyelamat di Olimpiade
- Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
- Skenari EVOS Gagal Lolos Playoff MPL S17 Terungkap
- Ginting Tersingkir di Thailand Open 2026, Dikalahkan Musuh Bebuyutan
- Thalita/Dhinda Raih Kemenangan Perdana Thailand Open 2026
- Kunlavut dan Chen Yufei incar back to back Thailand Open
- Megawati Bela Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026/2027
- Martin Cs Berpeluang Lanjutkan Estafet Espargaro
- Bukilic Jadi Pemain Tertinggi di Liga Voli Korea
- Gaji Megawati Rp1,7 M Lebih Tinggi dari Jordan Wilson