Lokasi: Otomotif >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Otomotif8517 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/1bku1gb5t.html
Artikel Terkait
DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
OtomotifFase pergerakan jemaah menuju Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan haji tahun ini, demikian disampaikan Singgih kepada wartawan, Minggu (17/5/2026). Singgih menilai potensi kepadatan jemaah dan cuaca ekstrem harus diantisipasi secara serius demi menjamin keselamatan jemaah, terutama bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaRupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
OtomotifIbrahim mencontohkan, harga yang sudah pasti naik yaitu barang elektronik, obat-obatan, pupuk, serta komoditas pangan seperti kedelai hingga gandum. Terdapat komponen di pupuk yang masih impor yakni jenis NPK, Kalium (KCl), dan bahan baku fosfor....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaGus Lilur Dorong Transformasi Rokok Ilegal dan KEK Tembakau Madura
OtomotifGus Lilur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas rencana pemerintah menerbitkan skema cukai layer baru yang lebih adaptif terhadap kondisi industri tembakau. Momentum ini harus dijaga dan diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret yang berpihak pada petani serta pelaku usaha kecil....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Keuangan Wajib Transparan
- Rupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP
- Deep Talk Ridho Rhoma, Pesan Sang Raja Dangdut
- Pendapatan Aset GBK Tembus Rp812 Miliar di 2025
Artikel Terbaru
Jennifer Coppen Kagumi Cara Justin Hubner Luluhkan Sang Putri
Darmadi PDIP Dorong Revisi PMSE Demi Seller Lokal
RI-Singapura-Malaysia Hidupkan Lagi Kerja Sama SIJORI
Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
Jadwal TV Minggu: Youth Doctor JAK TV, Rumpi TRANS TV
Rebalancing MSCI Dinilai Dorong Penguatan Pasar Modal
Tautan Sahabat
- Deus Touring Bali Satukan Ide Kreatif Berserakan
- Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
- Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
- Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
- BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
- BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula