Lokasi: Pendidikan >>

Kunjungan Wakil Ketua DPR ke BEI Jadi Sinyal Sikap Negara

Pendidikan3967 Dilihat

RingkasanKunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke Bursa Efek Indonesia (BEI) menghasilkan langkah konkret untuk menarik dan meyakinkan investor global agar tetap masuk ke bursa, sekaligus menjaga kepercayaan dan pertumbuhan investor ritel lokal. Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Ani Asriyah menilai langkah ini substansial dalam menghadapi tekanan pasar, serta menjadi sinyal kehadiran negara dan penguatan koordinasi kelembagaan di tengah tekanan pasar....

Kunjungan Wakil Ketua DPR ke BEI Jadi Sinyal Sikap Negara

KunjunganWakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke Bursa Efek Indonesia (BEI) menghasilkan langkah konkret untuk menarik dan meyakinkan investor global agar tetap masuk ke bursa, sekaligus menjaga kepercayaan dan pertumbuhan investor ritel lokal. Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Ani Asriyah menilai langkah ini substansial dalam menghadapi tekanan pasar, serta menjadi sinyal kehadiran negara dan penguatan koordinasi kelembagaan di tengah tekanan pasar. Penilaian ini menafikan ingar-bingar yang menyatakan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkait dengan kunjungan tersebut.

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka di kisaran 6.599, sempat turun ke sekitar 6.565 pada menit-menit awal, sebelum sempat berbalik tipis ke zona hijau. Pada penutupan perdagangan, IHSG berakhir di level 6.370, turun 3,46 persen dari hari sebelumnya. “Pasar sudah berada dalam tekanan bahkan sebelum rombongan tiba di gedung BEI. Karena itu, tidak tepat jika pelemahan IHSG hari ini dikaitkan dengan kunjungan Pak Dasco. Sebaliknya, justru bisa dikatakan jika kedatangan rombongan Pak Dasco bertujuan untuk menjaga kepercayaan pada bursa,” kata Ani, Selasa (19/5/2026).

Menurut GREAT Institute, sedikitnya ada tiga faktor utama yang sedang menekan pasar saham Indonesia. Pertama, efek rebalancing MSCI yang baru diumumkan pekan lalu. MSCI mencoret enam emiten Indonesia dari indeks global standar dan 13 emiten dari indeks small-cap dengan alasan konsentrasi kepemilikan yang tinggi dan persoalan transparansi. FTSE Russell juga kemudian mengambil langkah serupa dengan mengumumkan penghapusan saham-saham Indonesia yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi, sambil tetap menunda full index re-ranking dan penambahan saham baru Indonesia setidaknya hingga September 2026.

Tags:

Artikel Terkait

  • Komisi III Nilai Laporan Erin Eks Andre Taulany Berlebihan

    Pendidikan

    Erin melaporkan balik Herawati dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan pencemaran nama baik setelah mantan ART tersebut menyebarkan foto area rumah pribadi, termasuk garasi hingga kendaraan milik Erin, ke media sosial tanpa izin. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyoroti langkah hukum Erin dan menilai penggunaan UU PDP dalam kasus itu tidak tepat karena objek yang dipersoalkan tidak masuk kategori data pribadi....

    Pendidikan

    Baca Selengkapnya
  • KPK Telusuri Aliran Fee Proyek DJKA, Eks Kepala BTP Diperiksa

    Pendidikan

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini semakin tajam menelusuri aliran uang pelicin atau fee komitmen dalam kasus korupsi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Budi Prasetyo selaku Juru Bicara KPK mengungkapkan pemeriksaan intensif terhadap dua orang saksi pada Kamis (21/5/2026) untuk mendalami dugaan pengaturan proyek dan penyerahan fee ke pihak-pihak di Kemenhub....

    Pendidikan

    Baca Selengkapnya
  • Khutbah Jumat: Hikmah Wukuf Arafah dan Ukhuwah

    Pendidikan

    Di Padang Arafah, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, Arab dan non-Arab saat jemaah haji melaksanakan wukuf. Semua jemaah mengenakan kain putih sederhana, berdiri bersama, menangis bersama, dan berdoa kepada Allah SWT dengan harapan yang sama: ampunan dan rahmat-Nya....

    Pendidikan

    Baca Selengkapnya