Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026 Buka Empat Jalur PPDB SMA
Kesehatan63 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-345345435R4W3.jpg)
SPMB Jakarta 2026 membuka empat jalur penerimaan yaitu Jalur Prestasi,Jalur Afirmasi, Jalur Domisili, dan Jalur Mutasi Tugas Orang Tua/Wali. Pendaftaran dimulai pada 15 Juni 2026 melalui website resmi. Setiap calon murid baru wajib memahami ketentuan dan persyaratan sesuai jalur yang dipilih.
Pada Jalur Prestasi Akademik, jika jumlah calon murid baru melebihi daya tampung, seleksi dilakukan berdasarkan urutan langkah tertentu. Sementara itu, pada Jalur Prestasi Nonakademik, prosedur seleksi serupa diterapkan apabila pendaftar melebihi kapasitas. Sisa kuota yang tidak terpenuhi pada Jalur Prestasi akan dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Jalur Afirmasi menyediakan kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung, termasuk kuota khusus untuk anak penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, Jalur Domisili memiliki kuota 35 persen dari daya tampung. Wilayah prioritas PMB ditentukan berdasarkan domisili calon murid baru dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/172v2f8k5.html
Artikel Terkait
Inggris Borong Obat Avigan dari Jepang Antisipasi Hantavirus
KesehatanJepang menyalurkan bantuan obat antiviral Avigan ke Inggris sebagai respons cepat mengantisipasi lonjakan wabah. Langkah ini menunjukkan keseriusan kerjasama bilateral kedua negara....
Baca SelengkapnyaDurasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
KesehatanPertanyaan tentang durasi pemantauan medis bagi mereka yang terpapar penyakit sering muncul di masyarakat. Hantavirus umumnya menular melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus....
Baca SelengkapnyaStudi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
KesehatanPenelitian pada Maret–Mei 2026 dengan metode mixed-method melibatkan 448 responden dari kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Ketua peneliti sekaligus Pendiri HCC, Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Klasemen MotoGP 2026: Diggia Kagetkan Bezzecchi dan Martin
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Artikel Terbaru
Persib dan Borneo FC Bersaing di Dua Laga Sisa
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Tautan Sahabat
- Ahmad Dhani Bantah Klaim Lita, Singgung Jurnal Internasional
- Dewi Perssik Siapkan 2 Sapi, Syukur Rezeki Stabil
- Fiersa Besari Minta Snack dan Buah untuk Riders Konser
- Inara Rusli dan Starla Jenguk Bayi Lindi Fitriyana
- Inul Daratista Murka Dituding Oplas Hidung
- Mischka Aoki Rilis Buku The University Blueprint
- Ashanty dan Anang Berangkat Haji di HUT ke-15 Nikah
- Raffi Ahmad Biayai Pertemuan Ressa dan Aisha di Singapura
- Pengacara Bantah Okin Punya Utang ke Rachel Vennya
- Danes Rabani Gelar Showcase, Iwan Fals Dukung Album Debut