Lokasi: Bisnis >>

Pertumbuhan Ekonomi RI Mentereng, Rakyat Tak Rasakan

Bisnis695 Dilihat

RingkasanM. Rizal Taufikurahman, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef, menyatakan meski ekonomi terlihat resilien, kondisi itu belum sepenuhnya mencerminkan fundamental yang kuat karena manfaat pertumbuhan belum dirasakan merata oleh kelas menengah dan sektor riil....

Pertumbuhan Ekonomi RI Mentereng,<strong></strong> Rakyat Tak Rasakan

M. Rizal Taufikurahman, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef, menyatakan meski ekonomi terlihat resilien, kondisi itu belum sepenuhnya mencerminkan fundamental yang kuat karena manfaat pertumbuhan belum dirasakan merata oleh kelas menengah dan sektor riil. Rizal menjelaskan tekanan terhadap fundamental ekonomi terlihat dari pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, dan meningkatnya tekanan fiskal akibat belanja pemerintah yang tumbuh tinggi, sehingga pertumbuhan masih bergantung pada stimulus fiskal yang mahal pada Kamis (14/5/2026).

Dari sisi konsumsi dan investasi, Rizal mengungkapkan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi, tetapi dipengaruhi faktor musiman seperti Ramadan, Idulfitri, THR, dan front loading fiskal pemerintah. Ia menambahkan sebagian masyarakat menjaga konsumsi melalui tabungan dan pinjaman online karena pendapatan belum sepenuhnya pulih, sementara investasi mulai meningkat namun belum menghasilkan multiplier effect optimal terhadap produktivitas dan penciptaan lapangan kerja formal karena tenaga kerja masih didominasi sektor informal.

Rizal juga menilai perdagangan luar negeri dan sektor manufaktur belum cukup kuat menopang pertumbuhan ekonomi, dengan struktur ekspor Indonesia masih bergantung pada komoditas mentah dan impor bahan baku serta barang modal tetap tinggi sehingga menekan daya saing dan kurs rupiah. Ia mendorong pemerintah lebih fokus pada penguatan produktivitas, investasi produktif, sektor manufaktur, dan ekspor bernilai tambah tinggi disertai disiplin fiskal serta penguatan devisa ekspor.

Sementara itu, Guru Besar FEB Universitas Diponegoro (UNDIP) Akhmad Syakir Kurnia menyampaikan sebagian pertumbuhan dipengaruhi impor alutsista yang tercatat sebagai PMTB, sehingga belum tentu mencerminkan kondisi ekonomi riil masyarakat.

Tags:

Artikel Terkait

  • Menteri ESDM Bahlil Pastikan Energi Nasional Aman

    Bisnis

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melapor kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kesiapan penataan izin tambang di Kawasan Hutan, termasuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tidak difungsikan secara optimal. “Beberapa IUP selama ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Kode Redeem ML Terbaru 12 Mei 2026 Gratis

    Bisnis

    Para pemain Mobile Legends berkesempatan mendapatkan berbagai item menarik, seperti skin packs, moonstones, trial cards, magic dust, dan skin fragments. Sebelum mengklaim, pemain harus memperhatikan batas waktu dan jumlah pemain yang tersedia....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya
  • Kode Redeem FC Mobile 12 Mei 2026, Klaim Gems Gratis

    Bisnis

    FC Points, Gems, paket pemain eksklusif, stamina tambahan, hingga item langka tersedia sebagai hadiah yang membuat permainan semakin seru dan membantu pemain bersaing lebih kompetitif saat menghadapi lawan di mode ranked maupun event khusus. Pemain hanya perlu login ke akun game masing-masing, kemudian membuka menu pengaturan atau bagian khusus redeem code yang tersedia di dalam permainan....

    Bisnis

    Baca Selengkapnya