Lokasi: Kuliner >>

BYD Khawatir Rupiah Melemah Tekan Daya Beli Mobil

Kuliner86415 Dilihat

RingkasanPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai memicu kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat dan dampaknya bagi industri otomotif di Indonesia. Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther T....

BYD Khawatir Rupiah Melemah Tekan Daya Beli Mobil

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai memicu kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat dan dampaknya bagi industri otomotif di Indonesia. Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther T. Panjaitan menyatakan pihaknya berharap gejolak ekonomi tidak sampai menekan konsumsi masyarakat. "Tentunya yang kita sangat harapkan adalah jangan sampai terjadi satu dampak kepada daya beli. Karena daya beli ini penting buat kita sebagai industri," ujar Luther.

Luther menilai tekanan ekonomi global saat ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga banyak negara lain akibat tensi geopolitik dunia. Oleh karena itu, meski gejolak geopolitik dan ekonomi terjadi di seluruh dunia, BYD Indonesia berharap dampaknya terhadap pasar domestik tidak terlalu besar. "Mudah-mudahan segera ada jalan keluar terhadap situasi dan pergolakan ekonomi. Kami mengerti bahwa ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di banyak negara dan ini adalah ketegangan dari geopolitik yang terjadi. Dampaknya kita memahami dan kita hanya bisa berharap semoga kita tidak terlalu terdampak cukup signifikan," ucapnya.

Saat ditanya kemungkinan kenaikan harga kendaraan akibat pelemahan rupiah, Luther menilai masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat komponen-komponen yang didatangkan secara impor dalam struktur produksi kendaraan. "Saya rasa masih terlalu dini berasumsi terhadap harga (jual kendaraan), walaupun memang kalau dilihat struktur komponen pembentuk produksi kendaraan, ada, masih tetap ada yang berbasis impor," ujar Luther. Terkait potensi penyesuaian harga kendaraan dalam jangka lebih panjang, Luther kembali menegaskan bahwa situasi saat ini masih terlalu dini untuk dipastikan.

Tags:

Artikel Terkait