Lokasi: Teknologi >>
RI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB
Teknologi5321 Dilihat
RingkasanIndonesia melontarkan kritik tajam terhadap sistem multilateral global yang dinilai lumpuh dan tidak lagi efektif karena negara-negara berpengaruh justru melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Kritik keras ini disampaikan Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/brics-india-stafffsussss-menlu.jpg)
Indonesia melontarkan kritik tajam terhadap sistem multilateral global yang dinilai lumpuh dan tidak lagi efektif karena negara-negara berpengaruh justru melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Kritik keras ini disampaikan Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral,Tri Tharyat, dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026). Menurut Tri Tharyat, ketidakberdayaan sistem internasional saat ini telah menempatkan negara-negara berkembang sebagai korban utama.
"Aturan-aturan yang dimaksudkan untuk membatasi kekuasaan justru dilanggar oleh mereka yang membuatnya. Lembaga-lembaga multilateral yang kita andalkan tidak lagi mampu mengimbangi dunia yang seharusnya mereka pimpin," ujar Tri Tharyat. Ia juga menegaskan bahwa arsitektur global peninggalan tahun 1945 sudah usang dan tidak relevan dengan tantangan di tahun 2026. "Arsitektur yang dirancang pada tahun 1945 tidak dapat menjawab tuntutan tahun 2026," imbuhnya.
Menyikapi maraknya konflik dan pelanggaran hukum internasional yang berujung pada krisis kemanusiaan, Indonesia menegaskan bahwa masa impunitas telah berakhir. "Menegakkan hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam PBB, harus dilakukan secara konsisten dan tidak memihak," tegas Tri Tharyat. Ia memperingatkan bahwa sistem perdagangan berbasis aturan akan kehilangan kredibilitasnya jika tindakan sepihak dan bilateralisme berbasis kekuasaan terus mendominasi. "Lembaga harus melayani kepentingan semua, bukan keinginan segelintir orang," pungkasnya.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/346d599648.html
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen
TeknologiNilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot ke level terendah sepanjang masa, dengan posisi pada Jumat (15/5/2026) sore mencapai Rp17. 596 per dolar AS atau melemah 68 poin (0,39 persen)....
Baca SelengkapnyaBYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
TeknologiBYD Motor Indonesia tengah merampungkan tahap akhir pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik yang diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 150. 000 unit per tahun....
Baca SelengkapnyaDeus Touring Bali Satukan Ide Kreatif Berserakan
TeknologiDeus Ex Machina Indonesia bersama XL Axiata menggelar city riding dari Taman Menteng, Jakarta Pusat menuju Kopikina, Kemang, Jakarta Selatan sebagai pemberhentian pertama fase perjalanan berikutnya. Aktivitas santai ini melintasi sejumlah ruas jalan Jakarta dan diramaikan Sunset Drive Club yang membawa deretan mobil roda empat terbaik mereka....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Terdakwa Ibrahim Pejamkan Mata Sebelum Vonis Chromebook
- Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
- Denny Sumargo Kaget Jawaban Ahmad Dhani Soal Syifa Hadju
- Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
Artikel Terbaru
Aston Villa Pastikan Tiket Liga Champions, Liverpool Terancam
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
Toyota Setop Produksi Veloz Bensin Sejak Februari 2026
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
Koperasi Diajak Garap Pasar Luar Negeri Lewat Jejaring Global
Wuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca Bandung Raya: Barat Cerah, Kota Hujan
- Prakiraan Cuaca Bangka Belitung 14 Mei: Hujan Petir
- Polisi Tangkap Pria di Kebumen Aniaya Istri dan Mertua Hingga Tewas
- Pemilik Warung Nonhalal Sukoharjo Tolak Hapus Menu Babi
- Pendaftaran Calon Ketum PAN Dibuka Jelang Kongres Banten
- Wagub Babel Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara Kasus Hotel
- Empat Orang Mengaku Penyidik dan Pengacara Datangi Rumah Korban
- Ayah Pengangguran di Padang Aniaya Bayi 2 Tahun
- Kasus Hantavirus di Kalbar, Pasien Sakit Bawaan Meninggal
- Retribusi Sampah Dibayar Non Tunai Cegah Kebocoran