Lokasi: Hikmah >>

Pimpinan Komisi X Minta Evaluasi Total PSSI Usai Bentrok Suporter

Hikmah729 Dilihat

RingkasanLalu menilai rentetan kerusuhan yang terus berulang menunjukkan lemahnya pengelolaan kompetisi dan pembinaan suporter di sepak bola nasional. Lalu menyoroti kericuhan suporter di Stadion Lukas Enembe setelah Persipura Jayapura gagal promosi, dan menegaskan tindakan tegas harus diambil agar insiden serupa tidak terulang serta mencoreng wajah sepak bola Indonesia....

Pimpinan Komisi X Minta Evaluasi Total PSSI Usai Bentrok Suporter

Lalu menilai rentetan kerusuhan yang terus berulang menunjukkan lemahnya pengelolaan kompetisi dan pembinaan suporter di sepak bola nasional. Lalu menyoroti kericuhan suporter di Stadion Lukas Enembe setelah Persipura Jayapura gagal promosi, dan menegaskan tindakan tegas harus diambil agar insiden serupa tidak terulang serta mencoreng wajah sepak bola Indonesia. "PSSI harus mengambil tindakan tegas, entah itu skorsing atau memberikan hukuman tegas kepada klub yang melakukan kerusuhan," ucapnya.

Lalu mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas untuk mewujudkan cita-cita membawa sepak bola Indonesia tampil lebih baik di level internasional. "Sportivitas harus dijunjung tinggi. Kita harus segera berbenah karena cita-cita kita sama, suporter dan seluruh masyarakat Indonesia menginginkan sepak bola kita lebih baik sehingga target menuju Piala Dunia bisa tercapai," katanya. Legislator PKB itu mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan PSSI.

"Ya, tentu evaluasi total. Kalau memang pengurus harus dievaluasi total, ya evaluasi pengurusnya supaya selesai. Kemenpora harus mengevaluasi pengurus," ujarnya. Lalu menilai pemerintah memiliki kewenangan untuk menentukan langkah terhadap pengurus federasi, termasuk melakukan pergantian jika diperlukan. "Ya, kalau ternyata kepengurusan hari ini dianggap tidak mampu menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia, ya tentu Kemenpora punya alasan, apakah itu mengganti atau melanjutkan, atau beberapa orang yang dianggap tidak mampu diganti," ucapnya.

Tags:

Artikel Terkait