Lokasi: Kesehatan >>
4 Jalur Mandiri UPN Veteran Jatim 2026 dan Jadwalnya
Kesehatan7 Dilihat
RingkasanUPN "Veteran" Jawa Timur membuka tiga jalur seleksi mandiri untuk calon mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, yakni Jalur Mandiri Reguler, Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor), dan Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT). Jalur Mandiri Reguler diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 dengan kewajiban membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UPN-Veteran-Jawa-Timur-atau-UPN-Veteran-Jatim.jpg)
UPN "Veteran" Jawa Timur membuka tiga jalur seleksi mandiri untuk calon mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, yakni Jalur Mandiri Reguler, Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor), dan Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT). Jalur Mandiri Reguler diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 dengan kewajiban membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Seleksi Mandiri Rapor (SM-Rapor) ditujukan bagi siswa SMA/MA/SMK yang memiliki prestasi akademik berdasarkan nilai rapor dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh UPN "Veteran" Jatim. Sementara itu, Seleksi Mandiri Berbasis Computer Based Test (SM-CBT) diperuntukkan bagi siswa SMA/MA/SMK sejenis yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh UPN "Veteran" Jawa Timur berdasarkan hasil tes komputer.
Ketiga jalur seleksi ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih metode penerimaan yang sesuai dengan kemampuan dan latar belakang akademik mereka. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan jadwal pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi UPN "Veteran" Jawa Timur.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/zm2js3ous.html
Artikel Terkait
Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
KesehatanToyota akan memasarkan Zenix dengan spesifikasi lebih rendah untuk pasar fleet di India guna mengisi celah pasar yang ditinggalkan Innova Crysta. Toyota menghentikan produksi dan penjualan MPV Innova Crysta dengan sasis ladder frame versi mesin diesel mulai 2027 karena terbentur regulasi CAFE 3 di negara tersebut....
Baca SelengkapnyaBekatul Tak Lagi Sebelah Mata di Tangan Yulia
KesehatanYulia tidak pernah membayangkan langkah dari dapur rumahan di Laweyan membawanya hingga ke pameran UMKM berskala nasional di Jakarta, bahkan pembeli dari Australia dan Amerika mulai melirik produk miliknya. "Awalnya saya cuma ingin mengenalkan produk saja, ternyata ada yang tertarik dari luar negeri," kenangnya pada Jumat (15/5/2026)....
Baca SelengkapnyaPendapatan Aset GBK Tembus Rp812 Miliar di 2025
KesehatanPusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan pada tahun 2025, mencapai hampir empat kali lipat dibandingkan tahun 2022. Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi, mengungkapkan pendapatan GBK pada 2022 sebesar Rp255 miliar, sedangkan pendapatan 2025 meningkat drastis dalam kurun tiga tahun....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- IBC Sebut Mobil Nasional Wujud Hilirisasi EV End to End
- Strategi Jakarta Candle Naik Kelas Lewat Inkubasi BRI
- Gojek Hapus Goride Hemat, Tarif Naik Mulai Besok
- SIAL Interfood 2026 Digelar di Jakarta Perkuat Daya Saing RI
- Profil Darren Bazeley, Pelatih Selandia Baru di Piala Dunia 2026
- Pemerintah Buka Akses Pasar Perikanan, Potensi Transaksi Rp1,84 M
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Prabowo Panggil Gubernur BI, CEO Danantara, Menkeu Bahas Rupiah
- Penjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
- Strategi Jakarta Candle Naik Kelas Lewat Inkubasi BRI
- Listrik Padam, Tiga Provinsi di Sumatera Gelap Total
- Pelemahan Rupiah Dinilai Bisa Perkuat Industri Dalam Negeri
- Akta Pendirian Perseroda PAM Jaya Ditandatangani
- Purbaya Siap Jalankan Arahan Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
- Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan
- Pemerintah Buka Akses Pasar Perikanan, Potensi Transaksi Rp1,84 M
- Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025