Lokasi: Teknologi >>
Unpad Buka Beasiswa Pascasarjana 2026, S2-S3 Tuntas 4 Tahun
Teknologi152 Dilihat
RingkasanBeasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-Unggulan-Pascasarjana-Unpad-2026.jpg)
Beasiswa Unggulan Pascasarjana Padjadjaran 2026 resmi dibuka untuk mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui skema pendampingan langsung dari promotor unggulan. Pendaftaran program ini dilakukan melalui mekanisme SMUP Reguler Pascasarjana dan berlangsung hingga 13 Juli 2026.
BUPP 2026 dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul melalui percepatan pendidikan. Penerima beasiswa akan memperoleh sejumlah fasilitas pendanaan yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, serta tunjangan penelitian. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan bimbingan langsung dari promotor yang kompeten di bidangnya.
Persyaratan pendaftaran meliputi: Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing; lulusan program Sarjana atau Sarjana Terapan yang terakreditasi oleh BAN PT/LAM-PTKes; memiliki IPK minimal 3,25 bagi lulusan dari Perguruan Tinggi di Indonesia atau GPA minimal 3,5 skala 4 bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri; memiliki sertifikat Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran; serta sertifikat English Language Test (ELT) UNPAD yang masih berlaku (maksimal 2 tahun) dengan nilai minimal 525, atau tes kemampuan Bahasa Inggris dari institusi resmi yang diakui UNPAD.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/xt23sd0cl.html
Artikel Terkait
Mendikdasmen Abdul Muti Menangis Teringat Film Masa Kecil
TeknologiAbdul Mu’ti menilai cerita dalam film tersebut sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Adaptasi dari film "Ya saya kira dari mulai awal sampai akhir, film itu sangat kuat dengan kehidupan masyarakat," ujar Abdul Mu’ti usai pemutaran film....
Baca SelengkapnyaBrimob Gagalkan Tawuran di 3 Lokasi, 18 Pemuda Diamankan
TeknologiSebanyak 18 orang pemuda ditangkap di tiga lokasi berbeda, yaitu Cakung (Jakarta Timur), Koja (Jakarta Utara), dan Setu (Tangerang Selatan). Personel patroli dari tim gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob langsung mengambil tindakan kepolisian saat menemukan atau menerima laporan adanya potensi gangguan keamanan....
Baca SelengkapnyaPolisi Selidiki Viral Pencuri Motor Bersenpi di Duren Sawit
TeknologiPencurian sepeda motor dengan senjata api terjadi di sebuah indekos di Jalan H. Naman, Pondok Kelapa....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
- Keluarga Kacab Bank BUMN Gugat Aturan Peradilan Militer
- LBH Jakarta Desak Polda Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
- Satpam Supermarket Pamulang Dikeroyok, Polisi Tangkap Pelaku
- Retribusi Sampah Dibayar Non Tunai Cegah Kebocoran
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Jalani Operasi Wajah
Artikel Terbaru
Keluarga Sebut Badut Pembunuh Mertua Eksploitasi Anak
Libur Panjang, 32 Ribu Pengunjung Padati Ragunan
Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
Polda Metro Periksa Saksi Laporan TAUD Andrie Yunus
Bocah Rohul Meninggal Diduga Dianiaya Saat Ritual Sembuh
Ditpolairud Tangkap dan Lepas Liarkan 180 Ikan Napoleon
Tautan Sahabat
- BRImo Dorong Ekonomi Solo hingga Lereng Merbabu
- Rupiah Tembus Rp17.508, Pasar Mulai Khawatir
- Menteri Amran Minta Pelaku Beras Oplosan Dihukum Berat
- Hilirisasi Tebu Targetkan Indonesia Mandiri Gula
- Promo JSM: Minyak Goreng Sunco 2L Rp40.500 di Alfamart
- Defisit APBN 2026 Tembus Rp164,4 Triliun per April
- Prabowo Terbitkan PP BUMN Ekspor Tunggal Berantas Underinvoicing
- Kemenperin Libatkan Peritel Buka Akses Pasar IKM Lokal
- Pernyataan Prabowo Soal Rupiah Dinilai Bahayakan Masyarakat Desa
- Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis