Lokasi: Berita >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Berita41663 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/xh45evd84.html
Sebelumnya: Tony Popovic Selamatkan Australia ke Piala Dunia 2026
Berikutnya: Jamal Sellami Bawa Yordania ke Piala Dunia
Artikel Terkait
Arsenal vs PSG Final Liga Champions, Liga Domestik Jadi Pembeda
BeritaFinal Arsenal melawan PSG di Liga Champions tinggal dua pekan lagi, dan kedua tim sudah memulai persiapan sejak sekarang. Latihan khusus digelar untuk mengantisipasi ancaman lawan, dengan harapan masing-masing bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya di laga bersejarah tersebut....
【Berita】
Baca SelengkapnyaDokter Tifa Kritik UGM Soal Transparansi Ijazah Jokowi
BeritaDokter Tifa mengecam sikap UGM yang dinilainya justru menutupi data terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo, padahal universitas seharusnya berdiri di atas bukti atau evidence base. Ia menegaskan bahwa polemik tersebut tidak seharusnya dibawa ke ranah pidana atau saling serang antarkelompok, melainkan diuji secara terbuka melalui jalur keterbukaan informasi publik....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKSP Dudung Bela Pidato Prabowo: Tergantung Sudut Pandang
BeritaDudung menilai komentar negatif terhadap isi pidato Presiden Prabowo di media sosial dan ruang publik sangat bergantung pada sudut pandang masing-masing pendengar. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) ini menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu mengedepankan niat baik bagi bangsa dan negara dalam setiap ucapannya, meskipun disampaikan dengan cara yang sangat terbuka....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Lirik Lagu 405 Justin Bieber: Loving On Me
- Nilai Matematika TKA SMA 36,10, Pembelajaran Perlu Dibbenahi
- Cuti Bersama Idul Adha 2026 Tentukan oleh SKB 3 Menteri
- Din Syamsuddin Kecam Penangkapan Jurnalis Republika oleh Israel
- Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
- Keluarga Ilham Pradipta Kecewa Tuntutan 4-12 Tahun TNI
Artikel Terbaru
Martin Cs Berpeluang Lanjutkan Estafet Espargaro
Bamsoet Tekankan Peran Kebangsaan di HUT ke-8 Motor Besar
Mantan ART Erin Taulany Cerita Dipukul dan Ditendang Majikan
Keadilan Tuntutan Berat Nadiem Makarim Dibahas 18 Mei
Gaji Megawati Rp1,7 M Lebih Tinggi dari Jordan Wilson
Menhan Ungkap AS Minta Izin Terbang di Wilayah Udara Indonesia
Tautan Sahabat
- Global Sumud Nusantara dan Flotilla Ditangkap Israel
- Kereta China Jadi Senjata Iran Tembus Blokade AS
- Meta PHK 8.000 Karyawan dan Hentikan 6.000 Rekrutmen
- Indonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
- Kontroversi Kunjungan Netanyahu ke UEA dan Pebisnis China Zhou Qunfei
- 5.000 WNI Bekerja di Perusahaan Konstruksi Chitose, Hokkaido
- 6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
- Mojtaba Khamenei Cedera di Awal Perang, Sempat Dirawat
- Pakistan Didorong Reformasi Pendidikan untuk Masa Depan
- Arsitek Bali Nyoman Popo Danes Bawa Filosofi ke Panggung Dunia