Lokasi: Bisnis >>

Menhan Ungkap AS Minta Izin Terbang di Wilayah Udara Indonesia

Bisnis51262 Dilihat

RingkasanSjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat masih dalam tahap penjajakan dan belum menghasilkan komitmen apa pun dari pihak Indonesia. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (19/5/2026)....

Menhan Ungkap AS Minta Izin Terbang di Wilayah Udara Indonesia

Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat masih dalam tahap penjajakan dan belum menghasilkan komitmen apa pun dari pihak Indonesia. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (19/5/2026). “Boleh enggak Amerika itu melintas wilayah Indonesia apabila kami ingin melintas untuk keperluan-keperluan tertentu yang mendesak? Akan tetapi kami akan ikuti peraturan yang Anda keluarkan,” kata Sjafrie menirukan pernyataan Menhan AS saat pertemuan bilateral tersebut.

Menurut Sjafrie, dirinya langsung menyampaikan bahwa keputusan terkait hal tersebut harus dilaporkan kepada Presiden RI selaku Panglima Tertinggi TNI. “Saya jawab ‘Pak Menteri, walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor kepada Presiden saya. Karena dia adalah Panglima Tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia',” ucapnya. Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga mengungkapkan bahwa Menhan AS menyampaikan dukungan terhadap pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia, terutama strategi pertahanan “Defensive Active” yang dianut Indonesia. “Dia pelajari strategi Defensive Active. Anda tidak ofensif, Anda hanya jaga halaman dan rakyat, dan siap mempertahankan diri kalau diserang. Dia bilang Amerika mendukung,” tutur Sjafrie.

Lebih lanjut, Sjafrie menjelaskan bahwa pada Februari 2026 pemerintah AS mengirim special assistant untuk membahas kemungkinan kerja sama lintas udara. Pembahasan itu kemudian berujung pada penandatanganan Letter of Intent (LOI) saat dirinya berkunjung ke AS. “Ini adalah Letter of Intent, bukan Letter of Commitment. Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan AS,” tegasnya.

Tags:

Artikel Terkait